• Sabtu, 21 Mei 2022

Ibnu Jamil Kesulitan Belajar Bahasa Sunda, Namun Juga Tertantang untuk Mendalaminya demi Peran

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:36 WIB
Laura Basuki (berperan sebagai Ino), Ibnu Jamil, dan Happy Salma (sebagai Nana) saat menghadiri acara "Special Media Announcement" film “Before, Now & Then (Nana)” di Goodrich Suites Artotel Portfolio, Jakarta, Jumat (22/1/2022). ( ANTARA/HO-Poplicist publicist)
Laura Basuki (berperan sebagai Ino), Ibnu Jamil, dan Happy Salma (sebagai Nana) saat menghadiri acara "Special Media Announcement" film “Before, Now & Then (Nana)” di Goodrich Suites Artotel Portfolio, Jakarta, Jumat (22/1/2022). ( ANTARA/HO-Poplicist publicist)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Tidak mudah memang belajar bahasa Sunda bagi orang Betawi, apalagi bahasa Sunda lawas.

Hal itu dikemukakan aktor Ibnu Jamil ketika harus mendalami perannya di film “Before, Now & Then (Nana)” garapan Kamila Andini.

Ibnu Jamil mengaku merasa kesulitan sekaligus tertantang ketika belajar dan berlatih bahasa Sunda lawas untuk mendalami perannya tersebut.

“Saya orang Jakarta, Betawi asli. Disuruh (bicara) bahasa Sunda, ya, mesti PR harus ada proses di workshop-nya. Tapi itulah sebagai aktor, yang kalau kita serius dan jatuh cinta sama proyeknya, pasti totalitas menjalankannya,” katanya saat dijumpai wartawan, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Personel Satgas 'Damai Cartenz' dari Brimob Tertembak di Kiwirok Papua Saat Baku Tembak dengan KKB

Ibnu bercerita sebelumnya ia pernah terlibat dalam proyek film televisi (FTV) dengan dialog bahasa Sunda, namun perannya di film kali ini menuntut dirinya mempelajari kembali bahasa Sunda era 60-an yang memiliki perbedaan karakteristik dengan masa sekarang.

“Pas tiba-tiba dapat telepon, dapat undangan casting. Tapi filmnya bahasa Sunda. Oke, nggak apa-apa dicoba. Dicoba pas casting, oh, aman. Pas workshop-nya, ribet, karena ada ahli-ahli bahasa Sunda. ‘Kang Ibnu itu mah bahasa Sundanya FTV’,” cerita Ibnu.

Meski merasa kesulitan, ia merasa gembira bisa terlibat dalam proyek film ini sebab sebelumnya sudah tertarik dengan karya-karya Kamila Andini. Terlebih, film buatan Kamila, kata Ibnu, biasanya menawarkan sesuatu yang berbeda, termasuk karakternya di film “Nana” yang tidak seperti karakter mainstream yang pernah ia mainkan sebelumnya.

Baca Juga: PSS Sleman Hari Ini Mulai Latihan Lagi, Pilih Bertahan di Bali Saat Jeda Kompetisi Liga 1

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X