Komunitas Durna Gelar Pameran Larasati Tunggal Jati Rokok Karo Ngopi di Kedai Kopi Wawasima

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 08:40 WIB
Sejumlah peserta pameran bersama para pengunjung pameran. (Foto: Teguh Priyono)
Sejumlah peserta pameran bersama para pengunjung pameran. (Foto: Teguh Priyono)

harianmerapi.com - Sejumlah pelukis yang tergabung dalam Komunitas Dumununge Rasa Ananing Ati (Durna), menggelar pameran bersama bertajuk Larasati Tunggal Jati Rokok Karo Ngopi, sejak 20 September hingga 20 oktober 2021 di Kedai Kopi Wawasima, Puri Sewon Asri, Sawit, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Pameran yang dikuratori Heru Dodod Widodo ini dibuka oleh sejarahwan Prof. Dr. Sri Margana.

Pameran menampilkan tidak kurang 35 karya dari 30 peserta lintas generasi seperti, Liek Suyanto, Astuti Kusumo, Achid Librianto, Andi Wiswandi, BJ. Arifin, Heru Dodod Widodo, Ninus Anusopati, Joan Widya Anugerah, Juianto, Supri Monyeng, Heru Priyono, Rangga Yulian.

Baca Juga: Awas Asap Rokok Bisa Berbahaya Bagi Anggota Keluarga, Ini Cara Mencegahnya

M.A. Roziq, Robert Kan, Yosepha Tanti Rembrandt, Syarif Hidayat, Joseph Wiyono, Otok Bimo, Tri Sasongko, Edi Sarwono,Marsoyo, Alex Danny, Keru Semarang, Yamiek, Agus Katrok, Dwi Rahayuningsih, Desy Gitary,Odelia P.S, Tukirno B. Sutejo dan Antok Dian.

"Pameran ini digagas untuk memulihkan kembali semangat berkarya teman-teman pelukis yang selama pandemi merasa khawatir dan menurun imunitas berkaryannya. Dengan pameran ini semoga dapat mengembalikan semangat dan mendongkrak semangat untuk berkarya lebih dahsyat kembali," tutur Heru Dodod Widodo selaku Ketua Komunitas Durna, Minggu (3/10/2021) malam di Kedai Kopi Wawasima.

Dijelaskan Dodod begitu sapaannya, semua karya yang dipajang merupakan karya terbaik bagi para peserta sehingga dalam pameran ini, begitu menurut dia dapat menjadi pemulihan kepercayaan diri kembali setelah diterjang kevakuman selama pandemi berlangsung.

Baca Juga: Melacak Artefak Kejayaan Sultan Agung di Kerto-Pleret yang Dihancurkan Pihak Kolonial

Kepercayaan diri dalam berkarya adalah imunitas yang sangat penting bagi para pelukis dan seniman pada umumnya.

"Meski perencanaan cukup singkat, namun yang menjadi kesepakatan bersama adalah mengirim karya-karya terbaik sesuai dengan talenta masing-masing," tandasnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X