Angkat Potensi Daerah, LSBO PWM DIY Gelar Malam Seribu Bulan

Salah satu penampilan grup LSBO Gunungkidul dengan kesenian Campur Sari. (MERAPI-TEGUH)
Salah satu penampilan grup LSBO Gunungkidul dengan kesenian Campur Sari. (MERAPI-TEGUH)

LEMBAGA Seni Budaya dan Olah Raga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menggelar perhelatan Malam Seribu Bulan secara luring dan daring. Kegiatan yang bertepatan dengan menyambut malam Lailatul qodar ini berlangsung di Desa Wisata Gabugan, Donotirto, Turi, Sleman, Sabtu (8/5) malam.

Sebagaimana diungkap Ketua LSBO PWM DIY Akhir Lusono S.Sn, M.M, kegiatan dengan tajuk Malam Seribu Bulan merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh lembaga seni milik persarikatan Muhammadiyah.

“Ini kegiatan rutin setiap tahunnya, namun untuk tahun lalu terpaksa absen karena kondisi pandemi yang belum kondusif. Namun kali ini dilaksanakan kembali dengan memenuhi protokol kesehatan atau prokes yang diwajibkan oleh pemerintah,” tutur Akhir saat acara berlangsung kepada Merapi.

Dijelaskan Akhir, mesti diselenggarakan secara langsung namun pihaknya tidak mengundang banyak pengunjung karena ketentuan terkait dengan prokes yang dikawal oleh satgas Covid setempat. Hanya para pengisi acara dari LSBO PDM Kabupaten/Kota se DIY yang diperkenankan masuk lokasi acara, selebihnya acara dapat disaksikan secara daring. Kesenian yang ditampilkan cukup beragam seperti utusan dari Gunungkidul menampilkan Campur Sari, sedangkan LSBO PDM Bantul menyuguhkan Orkes Keroncong, peserta dari Kota dan Sleman membacakan Geguritan dan Macapatan se-dangkan untuk Kulonprogo kali ini tidak hadir.

Acara yang diberi tajuk Adicara LSBO PWM DIY “Nggelar Klasa Bawera” dengan format obrolan nyam-leng seni budaya dadi regeng, syiar syair nada dakwah malam Seribu Bulan, juga menghadirkan sejumlah nara sumber seperti Dr.H. Khoiruddin Bashori, M.Si, Ki. Eka Wuryanto, S.Pd., Drs. Endra Widyarsono,M.M, M.Pd. Menurut Khoiruddin, berkarya dan berkreasi merupakan sesuatu yang harus terus dilakukan meski dalam keadaan pandemi. Berkarya dapat memberikan kekuatan dan harapan dalam menghadapi kondisi pandemi saat ini.

“Berkesenian seperti ini perlu terus dilakukan bahkan harus ditanamkan kepada generasi muda terutama anak-anak sekolah menengah agar dapat mengasah rasa dan budi pekerti mereka dan menyukai keindahan berke-senaian,” ucap Dosen Psikologi Universitas Ahmad dahlan (UAD) Yogyakarta ini.

Untuk program ke depan LSBO PWM DIY menurut Akhir, pihaknya tengah menyiapkan pembuatan film berjudul “Jejak Sang Penerus Bangsa” yang mengisahkan perjalanan hidup Drs. Endra Widyarsono sebagai anggota Pandu Hisbul Wathan (HW) yang saat ini menjabat sebagai Ketum Kwartir Pusat Kepanduan HW.

“Film ini sedang proses pembuatan skenario disamping persiapan lainnya,” pungkas Akhir Lusono. (C3)

Read previous post:
Saat Lantunan Adzan Berkumandang di Tengah Pengungsian

LEMBATA (HARIAN MERAPI) - Allahuakbar,,, Allahuakbar…. Kumandang adzan bersaut-sautan. Petang menyingkir, malam menyapa. Anak-anak berbaris usai menyantap takjil di mushola

Close