Wi-Dada Harga Dumilah, Geliat Pameran di Yogya Timur

Sejumlah perupa yang ikut memajang karya di Tobong Gamping Resto Piyungan.
Sejumlah perupa yang ikut memajang karya di Tobong Gamping Resto Piyungan.

MESKI kondisi pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda berakhir. Namun dengan keterbatasan gerak sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan, sejumlah perupa menggelar pameran bersama dengan tajuk Wi-Dada Hargo Dumilah yang berlangsung selama satu bulan ke depan sejak Kamis (29/4/2021) hingga Sabtu (29/4/2021) mendatang di Tobong Gamping Resto, Srimartani, Piyungan, Bantul.

Berbagai karya rupa baik lukisan maupun patung di pajang sedemikian rupa, mendukung studio bercorak joglo yang minimalis menjadi semakin memiliki nuansa apik. Menurut salah seorang perupa yang juga menjadi corong para peserta pameran lainnya, Dodot Heru Widodo, sengaja memanfaatkan lokasi jauh dari keramaian kota semata untuk mendapatkan suasana lain berpameran yang lebih menyentuh pada kesadaran berproses. Lebih jauh menurut Dodot, mengusung tema Wi-Dada Harga Dumilah juga menjadi semacam harapan dan doa, dimana pada masa pandemi ini para seniman tetap dapat berkarya bagas waras mendapatkan keselamatan, kebahagiaan sebagai mana tegarnya bukit Hargo Dumilah.

“Sengaja lokasi di wilayah Timur Yogyakarta, selama ini banyak pameran terkonsen-trasi di pusat kota, Utara dan Selatan. Ini juga menjadi harapan bersama agar wilayah Timur bisa menjadi semacam kantong bagi kegiatan berkesenian khususnya seni rupa,” urai Dodot ketika ditemui Merapi.

Pameran dibuka oleh Pelukis senior Katirin yang berharap dari pameran ini nantinya semakin memberi ruang yang lebih luas bagi kiprah para perupa untuk menyemarakan berbagai kegiatan pameran di Timur kota.
Menurut Katirin pameran Wi-Dada Harga Dumilah bisa jadi semacam pintu yang terbuka bagi para perupa dan seniman lainnya untuk nantinya banyak berkiprah di daerah Piyungan yang juga memiliki daya pesona wisata dan kaya akan tradisi.

“Selama ini seniman Yogya banyak berkegiatan di wilayah kota atau barat, utara dan selatan. Dengan adanya pameran ini nantinya bisa lebih banyak kegiatan semacam ini di wilayah Timur, agar kehidupan perupa juga melebar ke Timur,” ucapnya.

Pameran diikuti 23 perupa diantaranya, Dodot Heru Widodo, Katirin, Iqrar De, Hanung, Riki Antoni, Heru Priyono, Amboro Liring, Judi Rismanto, Iin Risdawati, Julianto, Achid Librianto, Yosepha Tanti, Aries Munandar, Joen Yunus, Tri Sasongko, April Kusuma, Supri Monyeng, Endiostra, Anessaoct, Alex Danny Santoso, Odelia, Robert Khan dan Budi Barnabas.

Pada kesempatan yang sama pemilik Tobong Gamping Resto, Fani Alf Rika membuka lebar-lebar bagi penyelenggaraan event serupa di resto miliknya. Dia juga menyambut gembira bila nantinya berbagai kegiatan pameran seni rupa dapat dilaksanakan di restonya. Hal ini bukan saja membuka kesempatan masyarakat luas untuk memberi apresiasi terhadap karya seni rupa, namun juga menghidupkan gairah berkesenian dn berkarya bagi seniman yang berada di wilayah Timur, nantinya. (C3)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Hexanada
Hexanada Langganan Juara Festival Nasyid

SEBAGIAN grup nasyid asal Yogyakarta, pada awal berdirinya rutin mengikuti lomba atau festival nasyid. Tak jarang meski sebagai new comer,

Close