KKS Garap Ketoprak Sayembara ‘Tumbak Kyai Tunggul Inten’

Tahapan syuting ketoprak sayembara Tumbak Kyai Tunggul Inten. (MERAPI-SULISTYANTO)

KOMUNITAS Ketoprak Sleman (KKS) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Sleman memproduksi ketoprak sayembara berjudul Tumbak Kyai Tunggul Inten yang tayang di Youtube.

Naskahnya sendiri ditulis dan disutradarai oleh Sugiman Dwi Nurseto dan Art Director, Budi Sutowiyoso, dimana setiap serinya berdurasi 30 menit.
Menurut Sugiman, ketoprak yang dibuat menjadi tiga seri ini ditayangkan lewat kanal YouTube, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Penayangan seri pertama, Minggu (22/11) dan seri kedua, Minggu (29/11/2020) lalu. Sedangkan seri ketiga atau tamat, akan tayang pada Kamis (3/12/2020) pukul 20.00, sekaligus akan diundi pemenang sayembara untuk memperoleh hadiah menarik.

“Jawaban sayembara dikirim via WhatsApp, paling lambat Rabu (2/11/2020) dengan menyertakan screenshot telah subscribe di kanal YouTube Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman,” ungkapnya kepada Merapi, akhir pekan lalu.

Budi Sutowiyoso yang akrab disapa Mbah Suto menambahkan, garis besar alur cerita dalam ketoprak ini, antara lain seputar hilangnya Tumbak Tunggul Inten yang menjadi simbol kekuasaan di Kadipaten Bumiarum. Siapa yang menjadi dalang hilangnya tumbak ini dijadikan pertanyaan sayembara. Jawaban sayembara cukup memilih nomor: 1. Ajar Sakethi 2. R Widagda 3. RAy Kinanthi 4. R Wimbana dan 5. Glendhoh.

Selain itu hilangnya Tumbak Kyai Tunggul Inten bisa menjadi cara Sang Adipati untuk melihat siapa sebenarnya orang-orang di lingkungan kekuasaannya yang betul-betul setia, dan siapa yang sebenarnya adalah serigala berbulu domba atau pura-pura setia tetapi sebenarnya ingin merebut kekuasaan.

Seputar suksesi kekuasaan menjadi ajang perebutan antara adik-adik Adipati yang merasa lebih berhak menggantikan kedudukan Sang Adipati, sebab Adipati tak memiliki putra laki-laki. Satu-satunya putri, yakni RAy. Kinanthi. Selain itu Sang Adipati memang sudah mempersiapkan putrinya untuk melanjutkan tahta kadipaten, antara lain sejak awal sudah diarahkan menggantikan sang ayah dengan dibekali berguru di Padepokan Lemah Teles dan Padhepokan Banteng Wareng.

Adapun pelaksanaan syuting dilakukan beberapa hari pada Oktober 2020 lalu, antara lain di Sendangagung Minggir Sleman, Joglo Abiyasan Tempel, Kwagon Godean dan Puri Mataram Tridadi Sleman.

“Sebagai pemain ada nama Dalijo Angkring, Sugiman, Riyatminingsih, Sri Lestari, Budi, Siphe, Angger Sukisno, Bayu Sugati, Rusmiyanti dan Sugeng Surono,” jelasnya. (Yan)

Read previous post:
Keroncong Plesiran Digelar di Puncak Becici

PERTUNJUKAN musik orkestra keroncong bertajuk “Keroncong Plesiran 4.0” kembali menghibur penggemarnya. Kali ini acara diselenggarakan di panggung terbuka Puncak Becici

Close