Keroncong Plesiran Digelar di Puncak Becici

Meski digelar dengan penonton terbatas, namun agenda Keroncong Plesiran 4.0 tetap berjalan sukses dan meriah.

PERTUNJUKAN musik orkestra keroncong bertajuk “Keroncong Plesiran 4.0” kembali menghibur penggemarnya. Kali ini acara diselenggarakan di panggung terbuka Puncak Becici Dlingo Bantul Jum’at malam (27/11/2020) dengan jumlah penonton dibatasi sesuai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Keroncong Plesiran merupakan sebuah pertunjukan musik keroncong yang mengandalkan kebebasan berekspresi dan berimprovisasi. Meskipun dilaksanakan saat masa pandemi, penonton yang terbatas hanya 100 orang tersebut tampak puas menyaksikan musik keroncong anak muda yang menghadirkan artis lokal maupun nasional antara lain Oky Kumala, Vin Yovina, Pandika Kamajaya, Paksi Rara Alit, Solo Oboe, Lia Magdalena, Bimacho, Migasadewa, Ardha Tatu, dan Ipang Lazuardi.

Dalam acara tersebut, penonton yang sebagian besar anak muda ikut hanyut dalam setiap lagu yang dinyanyikan diiringi orkestra keroncong Simphony Kerontjong Moeda (SKM), mereka juga diajak untuk menyanyi bersama.

Solo Oboe mengajak penonton untuk menyanyi lagu Indonesia Pusaka bersama-sama, sementara itu Paksi Rara Alit berhasil menghidupkan suasana melalui lagu Dara Muluk dan Tanjung Perak. Sementara penyanyi cilik Ardha juga turut membawakan Tatu ciptaan Almarhum Didi Kempot.

Acara tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mulai dari ma-suk lokasi hingga selesai acara seperti mencuci tangan, pengu-kuran suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun, serta tempat duduk juga diberi jarak. Penonton yang berasal dari luar daerah pun harus menyertakan hasil rapid tes untuk menjaga keamanan dan kenyamanan acara sedangkan penonton dari lokal DIY juga menyertakan surat keterangan sehat.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja mengatakan Keroncong Plesiran di destinasi wisata ke empat dilaksanakan dalam situasi pandemi dengan penonton terbatas. Dijelaskan lebih lanjut bahwa tujuan acara tersebut untuk mengenalkan destinasi wisata DIY yang ada di Puncak Becici kepada masyarakat luas disamping menghadirkan musik keroncong yang dimainkan anak muda.

“Pertunjukkan langsung di lokasi kami batasi, namun masyarakat yang lain dapat menyaksikan Keroncong Plesiran melalui streaming. Diha-rapkan Keroncong Plesiran ke depannya akan terus berjalan dengan kondisi lebih baik lagi” terang Singgih. (*)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close