Tangkal Budaya Asing, Potensi Desa Dipentaskan

MERAPI-AMIN KUNTARI
Seremonial pembukaan acara Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya.

SEBAGAI upaya mengangkat potensi seni budaya yang dimiliki desa, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo menyelenggarakan event bertajuk Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya di Auditorium Taman Budaya Kulonprogo (TBK). Event yang digelar selama sepekan, yakni pada 23-29 November 2020 ini sekaligus menjadi ajang memasyarakatkan seni budaya lokal untuk menangkal budaya asing.

Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya diikuti 21 Rintisan Desa Budaya yang ada di Kulonprogo. Masing-masing mementaskan kolaborasi seni budaya kebanggaan berlandaskan kearifan lokal.

“Acara ini bertujuan untuk memelihara, melestarikan dan memajukan budaya daerah. Selain itu, juga sebagai upaya menggali potensi kebudayaan dan kearifan lokal di daerah Rintisan Desa Budaya,” kata

Kepala Kundha Kabudayan Kulonprogo, Niken Probolaras, Selasa (23/11).
Niken menambahkan, acara ini juga bertujuan meningkatkan fungsi kesenian daerah sebagai penangkal budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa. Diharapkan, generasi muda menjadi lebih mengenal dan mencintai budaya bangsa serta turut berperan dalam upaya pelestariannya.

“Acara ini juga untuk mendorong kreativitas seni budaya di kalangan masyarakat. Dari 21 kalurahan yang menjadi peserta akan dipilih 5 besar yang menjadi juara,” ucapnya.

Niken menjelaskan, kegiatan Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya tersebut bertajuk Kulonprogo Rinenggo. Hal itu diwujudkan melalui pengemasan potensi kebudayaan di wilayah Rintisan Desa Budaya dalam sebuah pentas kolaboratif seni budaya.

“Acara berlangsung pukul 09.00 WIB sampai selesai. Karena digelar dalam masa pandemi Covid-19, acara ini tertutup untuk umum. Masyarakat hanya bisa menyaksikan melalui channel Youtube milik Dinas Kebudayaan Kulonprogo,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Sutedjo, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai mampu menjadi wahana pemeliharaan, pelestarian serta upaya memajukan kebudayaan daerah. Selain itu, juga mampu menggali potensi kebudayaan dan kearifan lokal di wilayah Rintisan Desa Budaya se-Kulonprogo.

“Kebudayaan serta kearifan lokal tersebut merupakan sebuah identitas dan kepribadian bangsa.Melalui kegiatan Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya ini, diharapkan kreativitas berkesenian, baik bagi para pelaku seni dan budaya maupun masyarakat pada umumnya bisa meningkat,” kata Sutedjo. (Unt)

Read previous post:
Melihat Geliat Pameran Kriya di Tengah Wabah Corona

PANDEMI Covid-19 terbukti tidak menyurutkan gairah seniman ber-karya dalam kompetisi Matra Kriya Fest (MKF) 2020. Ratusan karya yang masuk mewakili

Close