Athan Siahaan dan Spirit Indonesia Fashion Parade

Athan Siahaan dan desainer yang terlibat di Indonesia Fashion Parade 2020.

DI masa pandemi Covid-19 banyak hal terjadi dan berdampak luar biasa bagi seluruh sendi kehidupan. Termasuk dunia fashion, di mana banyak desainer Indonesia yang banting stir untuk bisa bertahan hidup. Mulai dari jualan masker sampai jualan makanan. Banyak juga dari mereka yang terpuruk dan bahkan gulung tikar lantaran tak lagi bisa menjalankan roda usahanya dengan baik.

Berangkat dari hal inilah Athan Siahaan kemudian melahirkan Indonesia Fashion Parade (IFP) dengan maksud untuk membuka wawasan dan cakrawala berpikir semua orang bahwa di tengah pandemi saat ini para desainer harus tetap optimis dalam berkarya.

Bertempat di Sahid Raya Hotel Yogyakarta, Athan Siahaan melaunching program IFP 2020, Kamis (10/9) sebagai langkah awal lahirnya kembali semangat para desainer untuk terus berkarya dengan maksimal. Meski digelar khusus dan terbatas, namun event launching yang tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan Pemerintah ini tetap dikemas profesional. Sedikitnya 20 percancang busana ikut hadir dengan sejumlah karya terbaru mereka.

“Event kali ini barulah launching Indonesia Fashion Parade. Secara pribadi saya berbangga hati karena semangat itu masih ada di antara para desainer-desainer busana Indonesia meski pandemi Covid-19 masih melanda negeri ini,” ujar Athan Siahaan jelang acara.

Untuk event Indonesia Fashion Parade sendiri menurut Athan Siahaan sebenarnya digelar pada Juli 2020 lalu. Namun karena pandemi yang masih terjadi, event IFP itu pun urung digelar, dan dimundurkan pada bulan September. Namun karena kondisi masih juga belum memungkinkan digelar, akhirnya rencana itu diundur kembali ke Oktober 2020.

“Namun jika nantinya di Jakarta belum ada izin, kami merencanakan digelar di daerah yang memungkinkan acara ini bisa digelar. Bayangan saya sih bisa digelar di Yogyakarta dengan protokol kesehatan sebagaimana tadi acara launching IFP. Kenapa di Yogyakarta, karena saya berpikir Yogyakarta adalah gudangnya seniman, jadi saya berbangga hati jika bisa menggelar acara sebesar ini di Yogyakarta,” papar Athan bersemangat.

Yang istimewa dari gelaran IFP menurut Athan adalah jika banyak event serupa yang menghadirkan banyak desainer itu berbayar, alias para desainer yang ikut terlibat harus mengeluarkan biaya yang besar, namun teristimewa untuk IFP semua peserta tak dipungut biaya alias gratis.

“Saya mensubsidi mereka untuk event ini. Karena apa? Desainer-desainer yang masih pemula memiliki kesempatan yang sama seperti para desai-ner-desainer besar. Sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini para desainer muda ini diharapkan masih memiliki semangat untuk tetap berkarya,” imbuh Athan Siahaan.

Masih menurut Athan Siahaan, IFP yang awalnya ditargetkan hanya 40 deasainer yang ikut, namun sampai pendaftaran peserta ditutup di akhir launching IFP kemarin, sudah masuk 132 desainer dari seluruh Indonesia yang akan ambil bagian dari pesta fashion IFP 2020. (Aja)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close