Bibit Sineas Kulonprogo Adu Kemampuan Produksi Film Pendek

Pembukaan proses produksi film di SMKN 2 Pengasih. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

BIBIT-bibit sineas Kulonprogo peserta Sekolah Film Kundho Kabudayan setempat saat ini sedang unjuk kemampuan dalam memproduksi film pendek. Karya-karya bibit sineas ini diharapkan bisa mengangkat potensi yang ada di Kulonprogo, di antaranya potensi budaya dan pariwisata.

Produksi film pendek sebagai bagian dari penyelenggaraan Sekolah Film Kundho Kabudayan Kulonprogo diikuti empat kelompok. Seluruh anggotanya merupakan warga Kulonprogo. Empat kelompok ini diberi kesempatan untuk melaksanakan proses syuting pada 5-19 September.

“Keempat kelompok peserta Sekolah Film mengangkat cerita berbeda. Mulai dari patriotisme, kebudayaan hingga kritik yang mereka kemas dalam komedi juga drama,” kata Kepala Kundho Kabudayan Kulonprogo, Niken Probolaras.

Niken menyebut, empat judul film yang diproduksi pada Sekolah Film ialah ‘Juang’ dengan sutradara Wahyu Naufal, ‘Manah’ dengan sutadara Ponang Merdugandang, ‘Gumun’ dengan sutradara Bambang Jati Asmoro serta ‘Teguh’ dengan sutradara Gagat Rahmawanto. Dalam proses produksi, para peserta didampingi mentor-mentor yang sudah berpengalaman pada proses produksi film layar lebar, di antaranya Agus Kencrot, Yopi Kurniawan serta Seno Aji Julius.

Biaya yang dibutuhkan dalam proses pembuatan film pendek berasal dari kucuran Dana Keistimewaan DIY. Niken memastikan, seluruh film yang diproduksi mengangkat potensi Kulonprogo serta memiliki pesan mendalam untuk masyarakat. Lantaran dihelat dalam masa pandemi Covid-19, proses produksi film wajib menaati protokol kesehatan.

Niken kemudian menjelaskan, produksi film pendek ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Sekolah Film 2019. Jika tahun lalu program Sekolah Film dikemas dengan pemberian materi di kelas dilanjutkan praktik membuat karya berdurasi sepuluh menit, kali ini konsep berbeda, yakni membuat film pendek dengan durasi 24-30 menit. Penyelenggaraan Sekolah Film, menurutnya merupakan bentuk nyata komitmen Kundho Kabudayan untuk terus membina bibit-bibit sineas muda di Kulonprogo.

“Tahun ini disebut Sekolah Film kelas advance atau menengah. Peserta sebelumnya sudah mendapat materi dasar, kemudian saat ini dilanjutkan ke materi yang lebih tinggi,” ucap Niken.

Menanggapi penyelenggaraan Sekolah Film, Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengapresiasi antusiasme dan keseriusan bibit sineas muda. Fajar menilai, program ini merupakan langkah yang tepat untuk mengantarkan Kulonprogo ke kancah nasional melalui karya film.

“Saat ini semua kalangan berminat membuat konten, sehingga produksi film pendek bisa menjadi wadah yang positif,” katanya.

Fajar kemudian berpesan agar bibit-bibit sineas Kulonprogo terus berupaya mengangkat potensi daerahnya. Terlebih, Kulonprogo memiliki banyak potensi yang patut diangkat dalam karya film. (Unt)

Read previous post:
ArtJog 2020 Resilience Hadirkan “Artcare Indonesia”

ARTCARE merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh komunitas Soboman 219, Yogyakarta. Komunitas ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dari

Close