LEBIH RINGKES DARI SEBELUMNYA – FKY 2020 #Mulanira2 Digelar 6 Hari

Panitia FKY 2020 saat gelar jumpa pers di Pendapa Dinas Kebudayaan DIY, Senin (7/9/2020). (Merapi-Agoes Jumianto)

PANDEMI Covid-19 memaksa lahirnya kebiasaan baru di segala segi kehidupan masyarakat. Begitu pula dengan pagelaran FKY 2020 yang dipastikan tak segemerlap tahun sebelumnya. Semua digelar serba ringkes, baik acara maupun waktu penyelenggaraannya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

FKY yang sejak tahun lalu bukan lagi Festival Kesenian Yogyakarta, telah menjelma menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta yang di 2020 ini menjadi pagelaran kedua dengan mengusung tema besar #Mulanira2 dengan judul Akar Hening di Tengah Bising.

FKY 2020 memang dituntut harus membaca situasi dan kondisi serta tantangan adaptasi ruang hidup dalam situasi pageblug. Festival yang sebelumnya digelar leluasa dalam mengundang kerumunan kini harus diselenggarakan dengan format yang berbeda. Semua pertunjukan dan pameran disajikan dengan konsep daring melalui website www.fkymulanira.com dan luring dengan menghadirkan program melalui televisi dan radio.

“Laman website akan menjadi veneu utama FKY 2020. Meskipun secara garis besar akan digelar dengan konsep daring dan luring, namun khusus untuk Pameran Seni Rupa akan tetap dihadirkan secara langsung dengan batasan kunjungan dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelas Direktur Utama FKY, Paksi Raras Alit, dalam jumpa pers yang digelar di Pendapa Dinas Kebudayaan DIY, Senin (7/9).

Untuk waktu penyelenggaraan pun FKY 2020 hanya digelar selama 6 hari, mulai 21 sampai 26 September yang akan datang. Dengan pameran seni rupa akan digelar di Museum Sono Budoyo Yogyakarta.

Menurut Paksi, transformasi FKY ke panggung virtual ini mempunyai tantangan tersendiri. Ia menilai tak semua kegiatan seni budaya bisa dinikmati ketika medianya berganti. Salah satunya pameran seni, pameran itu dinilai kehilangan rasa jika disajikan secara virtual. Pengunjung pameran terbiasa menikmati secara detail karya-karya rupa yang dipamerkan.

“Untuk itulah pameran seni rupa tetap dihadirkan secara langsung,” tandas Paksi.

Pameran seni rupa ‘Akar hening di Tengah Bising’ menghadirkan 33 seniman dengan ragam sebaran medium mulai dari lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual, dan performance yang ditampilkan dengan format kunjungan langsung dan juga virtual.

“Untuk menjaga sensari datang ke pameran secara langsung, FKY tetap menghadirkan galeri virtual dengan pemanfaatan teknologi kamera 360,” imbuh Direktur Kreatif FKY 2020, Gintani Nur Apresia Swastika.

Menurut Gintani, seniman khususnya di Yogyakarta menjadi target FKY 2020 untuk berperan aktif dalam upaya pemulihan para pekerja seni yang terdampak Covid-19.

“Beberapa seniman yang berpartisipasi diantaranya Sugeng Oetomo, Bioscil, The Freak Show Man, Wok The Rock, Timoteus Anggawan Kusno, Handiwirman Saputra, dan lain-lain,” sambung manajer pameran seni rupa, Sukma Smita.

Meski digelar lebih ringkes, bukan berarti FKY kehilangan kualitasnya. Sejumlah agenda masih menjadi warna yang tak kalah menarik. Dua program pra event ikut digelar, pertama Local Heroes ‘The Produk Gagal” pada 7 September 2020 pukul 16.00 WIB, kemarin. Sedangkan program pra event kedua Nafas Tanafas yang digelar Senin (14/9) yang merupakan pertunjukan lintas disiplin seni.

Selain itu diselenggarakan pula program-program interaktif berupa talkshow, Radio FKY, serta kompetisi seni mulai dari kompetisi tari, dagelan, hand lettering, photo challenge, dan kompetisi cerpen. Dan khusus untuk pasar FKY yang biasa digelar terbuka, tahun ini melalui laman resminya akan dihadirkan direktori pasar kuliner, pasar kreatif dan oleh-oleh FKY.

Sedangkan soal judul “Akar Hening di Tengah Bising” di FKY 2020 menurut Paksi dimaknai sebagai pengingat, bahwa seriuh apapun kondisi yang harus kita jalani seperti situasi pandemi, kita tetap memiliki ruang dalam mengupayakan produksi pe-ngetahuan, memperlebar celah-celah ruang yang menghidupi kekuatan bertahan warga dan mempertajam daya baca kita.

“Mengusung semangat yang sama di tengah pandemi Covid-19 ini FKY harus tetap terselenggara seperti layaknya sebuah festival dengan mengi-kuti protokol kesehatan dan pemanfaatan teknologi digital,” pungkas Paksi. (Aja)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Selasa (8/9/2020)

Close