Karte Wardaya, Idealisme Jalan Sambil Melirik Pasar

Karte Wardaya. (Merapi-Teguh)

BAGI perupa Karte Wardaya (53) berkarya tidak hanya melulu me-menuhi kebutuhan idealisme sebagai seniman namun juga membutuhkan kejelian dalam mensikapi genre pasar. Terlebih dalam masa pandemi Covid 19 saat ini, nyaris semua sektor terdampak yang berakibat lumpuhnya daur ekonomi. Begitu juga sebagian besar para perupa dan seniman lukis umumnya, mengalami hal yang sama.

“Tidak perlu malu mengatakan saat ini idealisme tetap jalan tapi anak istri harus bisa makan, untuk itulah kecermatan dalam melihat setiap peluang harus betul-betul disikapi secara dewasa,” tutur Karte ketika ditemui Merapi di studio sekaligus rumah tinggalnya kawasan Menayu Lor, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul belum lama ini.

Meski begitu menurut suami Kurniawati ini, benang merah dalam berkarya harus terus terjaga dan tidak ela-elu konsep mengikuti selera pasar yang sedang booming saja. Perjalanan proses serta pemantapan teknik dan kecermatan dalam mengkomposisikan paduan warna dan garis, harus benar-benar memiliki identitas dan entitas diri sebagai pribadi yang lekat dengan karya. Sehingga menurut Karte, meski mengalami berbagai genre sesuai pasar yang sedang in, namun sebuah karya tetap dikenal sebagai pribadi utuh pelukisnya.

Karte mengakui beberapa kolektor serta galeri memiliki pangsa pasar serta selera yang berbeda. Dengan tanpa meninggalkan konsep serta idealisme, kebutuhan pasar yang identik dengan permintaan harus dilayani sesuai marketnya. Tapi karya-karya itu tetap memiliki identitas serta kepribadian diri yang menjadi wakil idealismenya dalam berkarya.

“Dulu konsep Sapi dan Anjing menjadi genre tersendiri dalam karya karya saya, namun saat ini selera konsumen dan kolektor berbalik arah ke nuansa burung dan hutan serta pepohonan. Saya tetap kerjakan selama alur benang merah dalam proses berkarya tidak terputus dan hilang,” ucap alumni SMSR angkatan 1987 ini.

Dua pameran tunggalnya di Sally Coffe (2015) dan Rumah Budaya Tembi (2019) menjadi pijakan baginya untuk mengorbitkan diri debut sebagai pelukis yang memiliki papan nama. Selain itu puluhan kali terlibat dalam ajang pameran bersama semakin meneguhkan kebersamaan dalam menjalani proses berkarya dan berkesenian. (C3)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Sabtu (5/9/2020)

Close