Wayang Clumpring Eko Rahmi

Eko bersama Wayang Clumpring yang dipamerkan di Omah Kahangnan. (Merapi-Teguh)

EKPLORASI ide kreatif dengan memanfaatkan medium yang tercecer dari alam, bukan saja menghasilkan karya unik dan menarik namun juga mencerminkan kearifan dalam berkarya. Sebagai mana dilakukan Eko Rahmi alumni SMSR yang mukim di Bukit Pulerejo, Tamantirto, Kasihan, Bantul, selain berkarya melukis dengan kanvas, Eko pun berekspresi memanfaatkan medium clumpring digarapnya menjadi wayang.
Kekosongan ruang kreatif itu justru memberikan daya cipta tak terduga, begitu selorohnya ketika menjelaskan konsep penciptaan wayang clumpring yang kini sedang dipamerkan bersama di Omah Kahangnan, Pringgading, Guwosari, Pajangan.

Menurut dia, konsep wayang clumpring semata ingin lebih mendekatkan pemahaman bahwa alam adalah ibu kandung proses dalam menapaki setiap langkah manusia menuju kesuksesannya.

“Clumpring itu salah satu media saja, memanfaatkan alam yang merupakan karya yang Maha Pencipta. Bagai mana tidak lebih dahsyat bila dibanding dengan medium lainnya yang buatan manusia,” tutur eko ketika ditemui Merapi belum lama ini di Bukit Pulerejo.

Berbagai bentuk mahkluk imajiner sebagai mana yang sering terungkap dalam karya lukisnya, dibikin menjadi wayang dengan medium clum-pring oleh Eko dengan berbagai karakter yang berbeda. Menurut dia, tidak ada penamaan wayang sebagai tokoh tertentu bahkan narasi berita pun lebih disesuaikan dengan kebutuhan yang hendak dikisahkan oleh sang dalang. Sehingga setiap sosok tokoh bisa memiliki nama berbeda da-lam kisah yang berbeda pula. Seperti sosok iwak bisa saja menjadi tokoh raja dalam sebuah cerita.

Secara teknis dijelaskan Eko memang ada banyak kendala untuk bisa memanfaatkan clumpring menjadi medium berkarya. Tekstur pembalut rebung bambu ini relatif getas alias mudah pecah atau pun sobek, sehingga memerlukan treatmen tertentu untuk bisa memanfaatkannya sebagai mana kain kanvas. Wayang pada umumnya membutuhkan gapit atau penyangga, begitu pun dengan wayang clumpring.

“Untuk narasi cerita saya sedang mencoba mencari teman yang nantinya bisa membawakan cerita tentang kehidupan Wayang Clumpring ini, kisah kearifan terhadap alam dan kehidupan semesta selaras dengan memayu hayuning bawana, kira kira kesana,” pungkas pendiri Sanggar Semut Sleman ini. (C3)

Read previous post:
Anakan Gabus Rutin Diberi Kutu Air

JUAL-beli ikan gabus atau kutuk masih tetap eksis sampai saat ini. Selain mempunyai nilai gizi tinggi, gabus juga diyakini memiliki

Close