Lusiana Olig, Puisi Jadi Ruang Ekspresi

MERAPI-SULISTYANTO
Lusiana Oliq.

SENANG menulis puisi masih rutin dilakukan Lusiana Oliq yang tinggal di kawasan Mlati Sleman. Wanita yang pernah aktif di bidang seni teater, tari dan beberapa kali juara menulis/membaca puisi ini sekarang lebih banyak aktif di majelis taklim bernama Srikandi Hijrah.

Rasanya semakin hari semakin bertumbuh/ kesabaran dan keikhlasan kita/ Semoga Yang Kuasa selalu bersama kita/ menuntun hijrah kita dengan kasih sayang-Nya…//

Cuplikan salah satu puisinnya ini sering dibaca juga saat ada pertemuan dan kajian kelompok Srikandi Hijrah. “Sudah sekitar dua tahun lalu, saya dan tujuh teman lain mendirikan majelis taklim Srikandi Hijrah. Pertemuan dan kajian rutin biasa dilaksanakan di rumah saya, tapi sejak ada wabah virus corona belum ada kajian secara offline. Namun, beberapa kali sudah melaksanakan kajian dengan model online,” jelas Lusi kepada Merapi, baru-baru ini.

Adanya wabah virus Corona sangat berpengaruh juga dalam usahanya terkait pembuatan dan penjualan fashion muslimah (gamis dan jilbab). Namun, di sela-sela menerjuni usahanya, tetap berusaha untuk bisa rutin menulis puisi termasuk ditulis dahulu dalam catatan atau note di smartphone.

“Keinginan untuk dikumpulkan dan dibukukan menjadi antologi puisi ada juga, tapi belum sempat untuk mengumpulkan terlebih yang tertulis di kertas-kertas dan buku tulis,” ungkap Lusi.

Pengagum WS Rendra ini mengatakan, sejak kecil ia sudah sering belajar menulis puisi. Bahkan aktif menari dan biasa pentas saat ada peringatan 17 Agustus serta syukuran pernikahan. Sering juga mendapat honor dari kegiatan pentas menari. Lalu saat SMA, kuliah di Solo dan selepas kuliah pernah aktif di teater, menulis dan membaca puisi. “Pernah juga terpilih menjadi juara I baca puisi saat saya masih di Solo,” kenangnya. (Yan)

Read previous post:
Dijambret di Ringroad, Karyawati Jatuh dari Motor

Close