Dunadi dan Patung Soekarno Berkuda

MERAPI-ISTIMEWA Dunadi di depan patung karyanya
MERAPI-ISTIMEWA
Dunadi di depan patung karyanya

DALAM sejarah pernah terjadi Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno menunggang kuda sewaktu melakukan inspeksi pasukan di Alun-alun Utara Yogyakarta. Peristiwa itu menurut pematung Dunadi, merupakan salah satu kejadian langka yang perlu diabadikan dalam karya patung. Selain memiliki momentum sejarah, peristiwa itu menunjukan bahwa presiden Soekarno bukan hanya sebagai pemimpin yang handal na-mun juga memiliki selera estiteka yang tinggi.

“Menunggang kuda biasa dilakukan oleh para tentara ketika itu seperti Panglima Soedirman dan Oerip Soemoharjo sebagai panglima TNI ketika itu, sedangkan bagi Presiden Soekarno mungkin itu sesuatu yang baru, tampak jelas pada sikap beliau memegang tali kendali dalam posisi memberi hormat,” ucap Dunadi ketika ditemui Merapi belum lama ini Studio Satiaji, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Lebih lanjut menurut Dunadi, selain pemimpin besar Soekarno juga seorang seniman yang memiliki sejumlah karya arsitektur bernilai seni yang sampai saat ini karya-karyanya masih dapat dinikmati oleh masyarakat.  Sehingga bagi Dunadi dengan membuat karya patung Soekarno berkuda merupakan sesuatu yang istimewa, karena menjadi bagian dari historis panjang perjalanan seorang presiden yang memiliki legenda tersendiri dalam pandangan masyarakat dan rakyat Indonesia.

Karya terbuat dari perunggu dengan bobot tidak kurang 2 ton berukuran total tinggi 8 meter kini terpasang gagah dan terkesan megah di kawasan Makam Pahlawan Kusuma Bakti Solo. Ada spirit yang dapat diambil hikmahnya bagi generasi muda, begitu menburut Dunadi, Soekarno berkuda bukan hanya sekadar monumen patung sebagai hasil karya seni tetapi ada semangat perjuangan yang luar biasa yang hen-dak digelorakan.

“Karya Soekarno Berkuda memiliki semangat yang harus terus digelorakan kepada generasi muda agar punya semangat juang serta keberanian sebagai mana para pahlawan terdahulu,” tutur alumni ASSRI Gampingan Jurusan Patung 1982 ini.

Bagi Dunadi yang pernah memperoleh penghargaan MURI sebagai pemrakarsa dan pembuat kuda Batik terbesar tahun 2010 ini, karya Soekarno Berkuda banyak diilhami dari patung Soedirman Berkuda. Lebih lanjut menurutnya, para kesatria bangsa ini memang identik dengan menunggang kuda seperti ada gelora yang lebih ketika sosok pahlawan menunggang kuda. (C3)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P.

Close