Yusman Siapkan Pameran Relief Masa Perjuangan di Yogyakarta

Yusman di depan relief karyanya yang siap dipamerkan. (MERAPI-TEGUH)
Yusman di depan relief karyanya yang siap dipamerkan. (MERAPI-TEGUH)

PEMATUNG Enam Presiden Yusman S.Sn (55), di tengah wabah pandemi Covid-19 tetap berkarya mempersiapkan sejumlah karya relief sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa di Yogyakarta semasa pendudukan tentara Belanda. Tidak kurang ada 20 karya relief berukuran panjang 5 meter dan tinggi 2 meter, nantinya bakal dipamerkan bersama sejumlah patung berukuran besar pada Agustus mendatang.

Lebih lanjut menurut Yusman, pameran yang bertajuk Yogya Istimewa Dalam Pahatan Yusman, merupakan pameran yang memiliki arti khusus bagi dirinya selain unjuk sejumlah karya bernuansa sejarah tentang berbagai peristiwa di Yogyakarta pada masa pergerakan perjuangan bangsa Indonesia yang masyarakat belum banyak melihatnya. Juga menjadi informasi berharga bagi generasi muda saat ini bahwa Kota Yogyakarta pernah menjadi ibukota RI sejak tahun 1946.

“Ini penting diketahui oleh generasi muda karena sejarah saat ini hampir tidak ada yang memberikan informasi tentang ini. Untuk itu saya mendorong perlu sekali Yogyakarta memiliki museum Istimewa, agar generasi muda tidak terputus benang merah sejarahnya. Sebab kalau ditanya mana bukti kalau Yogyakarta pernah menjadi Ibukota RI, memang belum ada penanda khusus untuk itu,” ucap Yusman ketika ditemui Merapi di Studionya Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin (18/5/2020).

Sejumlah karya relief diantaranya tentang perundingan Sri Sultan HB IX dengan pimpinan tentara pendudukan Belanda di Yogyakarta yang bercerita agar pasukan Belanda ditarik mundur dari kota Yogyakarta akan menjadi daya tarik tersendiri. Karena menurut dia, peristiwa itu menjadi catatan sejarah perjuangan yang tidak dapat dipisahkan dari peran Sultan sebagai pengayom yang melindungi segenap rakyat Yogyakarta ketika itu.

Selain itu juga berbagai relief mengisahkan pertempuran yang terjadi di berbagai titik di kota Yogyakarta tidak luput dari rentetan historis, nantinya akan dihadirkan untuk disuguhkan menjadi tontonan yang mengedukasi tentang sejarah kepada masyarakat. Lebih lanjut menurut Yusman, selain karya lama juga ada sejumlah karya baru yang belum banyak dilihat oleh masyarakat luas.

“Ada sedang kita persiap-kan karya tentang keistimewaan Yogyakarta untuk pameran itu nanti,” ucap Yusman sambil mengungkapkan untuk lebih menyemarakan kegiatan pameran itu, selain memboyong sejumlah karya Yusman juga mengajak 60 perupa yang tergabung dalam berbagai komunitas seperti Sanggar Bambu, Sakato, Ikaiso dan Dewata. (C3)

Read previous post:
OM Wawes dalam video lirik terbarunya. (MERAPI-DOKUMENTASI)
Om Wawes Luncurkan Video Lirik “Yen Wis”

PANDEMI Corona telah memengaruhi berbagai sendi-sendi kehidupan, termasuk musik. Namun di tengah-tengah wabah Covid-19 yang merajalela, bukan berarti kegiatan bermusik

Close