Chairil Anwar Wariskan Semangat Kemerdekaan Berkarya

Sigit sugito dan Dr. Nur Iswantara M.Hum
Sigit sugito dan Dr. Nur Iswantara M.Hum. (Merapi-Teguh)

NYARIS tak terdengar geliat kegiatan terkait dengan hari Puisi Nasional pada tanggal 28 April kemaren. Di tengah pandemi wabah Civid 19 gaung hari Puisi Nasional yang didedikasikan bagi wafatnya Penyair Pejuang Chairil Anwar, tahun ini benar-benar sepi. Sebagai mana diungkap Ketua Koperasi Jasa Seniman Yogyakarta, Sigit Sugito, untuk tahun ini tidak ada kegiatan memperingati hari Puisi Nasional yang juga untuk mengenang wafatnya Penyair Pejuang Chairil Anwar.

“Meski tidak ada kegiatan namun semangat perjuangan Chairil Anwar tetap selalu dikenang dan ada dalam hati sanubari penyair di tanah air. Sebagai pendobrak kebebasan dalam berpuisi, jasa Chairil adalah memerdekakan puisi dari belenggu keterbatasan saat itu, pujangga lama,” tutur Sigit ketika dihubungi Merapi, Rabu (29/4) di kediamannya Surosutan.

Lebih lanjut menurut dia, puisi akan hidup dan tumbuh dalam situasi apa pun, dalam situasi politik bahkan dalam kondisi wabah seperti saat ini. Menurut Sigit, sejatinya puisi hidup di jiwa yang selalu gelisah, jiwa yang merdeka dan puisi adalah suara yang diungkapkannya.

“Puisi adalah bunyi dari situasi yang terjepit bahkan dihimpit puisi adalah energi untuk melawan semua itu,” tandas dia.

Lebih jauh menurut penyair yang sedang menyiapkan antologi Sepanjang Sumbu ini, Chairil Anwar merupakan inspirator sekaligus motivator yang selalu hidup bagi para penyair. Perjuangannya sebagai tonggak sejarah perpuisian Indonesia sebagai proses pencapaian estetik gaya dan daya hidup Chairil Anwar dengan style seniman yang khas.

Sementara itu dikesempatan lain Kepala Jurusan /Kaprodi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Dr. Nur Ismantara, M.Hum., bagi Chairil Anwar melalui karya-karya puisinya semakin memperkuat semangat berjuang untuk hadir sebagai pribadi yang merdeka sehingga berani mendobrak keterbatasan dalam berkarya.

“Momentum itulah yang menjadi semangat untuk berkarya saat ini oleh banyak penyair, novelis, cerpenis dan dramawan dalam menghasilkan karya terbaik mereka,” papar Nuris begitu sapaan dosen yang juga penulis naskah lakon yang produktif menulis buku.

Jiwa merdeka Binatang Jalang, begitu lanjut Nuris biasa disapa akrab. menjadi inspirasiuntik terus berkreasi penuh arti. Sehingga melalui kebenaran seni akan dapat menjadi pencerahan diri dan orang lain. Seni pun dalam masalah ini puisi, pun menjadi edukasi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ini.

“Sprit Chairil Anwar sebagai sastrawan angkatan 45 sangat hebat, terutama kekuatannya dalam memilih kata. Karya-karya seperti Aku, Hampa dan Diponegoro, begitu mengesankan. Puisi-puisi ini sering dijadikan materi dalam lomba baca puisi di masa lalu sebagai puisi wajib,” pungkas Nuris. (C3)

Read previous post:
Akhir Lusono menyerahkan bingkisan paket sembako Baksoster LSBO PWM DIY di rumah salah seorang wartawan peliput seni dan budaya. (merapi/teguh)
LSBO PWM DIY Peduli Seniman dan Wartawan Terdampak Covid 19

Close