Ashady Siapkan Pameran Kartun Covid-19

Ashady dengan karya lukisnya tertajuk merapi (merapi/teguh)
Ashady dengan karya lukisnya tertajuk Merapi. (harianmerapi/teguh)

WABAH Pandemi Covid 19 boleh jadi sebagai teror bagi sebagian besar orang, namun bagi pelukis dan kartunis Ashady (60), merebaknya virus Corona banyak memberikan hikmah serta inspirasi untuk berkarya. Terbukti selama wabah itu berlangsung banyak karya kartun yang kemudian muncul dari gagasan ide cerdasnya, tidak cuma menampilkan gambar lucu dan menggelitik, tetapi juga kritik sosial bahkan sentuhkan politik bagi pemerintah.

“Saya coba membeberkan ide dalam bentuk gambar kartun yang tidak hanya lucu tapi juga memberikan kritik sosial, politik dan mengingatkan dengan nada canda kepada pemerintah dan siapa pun tentang Pandemi Covid 19 ini,” tutur Ashady ketika ditemui Merapi di kediamannya kawasan Griya Arga Permai, Banyuraden Gamping Sleman, Rabu (22/4/2020).

Bagi mantan wartawan Kedaulatan Rakyat era 80-an ini, membuat karikatur merupakan pekerjaan lama yang sudah digelutinya sejak tahun 1977. Menjadi kartunis menurut alumni Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Yogyakarta ini, selain harus cerdas mengembangkan isu dengan bahasa gambar selain lucu juga ada misi terkait dengan kritik sosial maupun politik.

“Saya menyebutnya political cartoon, dengan gambar lucu orang tidak akan marah kalau dikritik sekali pun sebenarnya krtikan itu tajam dan keras namun ketika diberi sentuhan gambar kartun bersifat humor, orang pasti akan lebih melihat lucunya dulu,” tandas peraih penghargaan juara I Astra Motor Internasional Cartoon Contest 2017.

Terkait dengan karya-karya kartunnya bertema virus Corona yang dimuat disejumlah media, Asyady yang juga salah seorang pendiri Paguyuban Kartunis Yogyakarta (Pakyo) mengungkapkan, semata agar masyarakat luas paham bagaimana mensikapi pandemi ini dengan arif dan bijaksana. Meski bagai berada dalam ancaman teror virus yang mematikan, namun harus tetap memiliki kecerdasan baik dalam berpikir maupun bertindak. Harapannya agar semua bisa terjaga tidak terpapar oleh virus Corona dan selamat hingga dinyatakan bebas dan aman kembali.

Puluhan karya kartun baik yang sudah dipublikasikan di media maupun yang masih berada dalam proses garap, menurut Ashady rencana akan dipamerkan. Ada tidak kurang 50 karya kartun yang nantinya dipersiapkan dan bakal dipamerkan setelah badai virus Corona ini berlalu. Dijelaskan dia, nanti kartun ini akan menjadi sejarah bahwa pernah ada wabah virus yang benar-benar dapat mengubah hidup keseharian umat manusia di dunia pada tahun 2020 ini.

“Ini bisa menjadi sejarah, kartun saya akan bercerita tentang banyak hal bagai mana kehidupan manusia di dunia pada saat virus Corona melanda. Sejak kali pertama virus itu dinyatakan menjadi wabah sampai berakhirnya nanti, semua akan saya abadikan dalam bentuk kartun dan itu menjadi materi dalam pameran nantinya,” ucap Ashady.

Selain mempersiapkan secara matang materi gambar kartun yang bakal dipamerkan nanti, Ashady mengaku juga sedang memilih 5 karya yang dianggap terbaik dan dapat mewakili peristiwa akbar di tahun 2020 ini, untuk diterbitkan dalam buku. Dijelaskan dia, ada pihak terkait yang rencana menerbitkan buku kartun tentang Pandemi Covid 19 dan dirinya diminta menjadi salah seorang kartunis untuk mengirimkan karyanya.

“Ada lima karya yang nantinya saya pilih dan saya kirim untuk diterbitkan dalam kumpulan kartun yang diterbitkan di Jakarta,” pungkasnya. (C3)

Read previous post:
Seto Sepakat Jika Kompetisi Dihentikan

Close