Meta Enjelita Raih Matra Awards 2018

MERAPI-SAMENTO SIHONO Meta Enjelita bersama karyanya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Meta Enjelita bersama karyanya.

SETELAH melalui proses penjurian yang sangat ketat, empat peserta kompetisi Matra Awards 2018 akhirnya di nobatkan sebagai pemenang. Empat orang tersebut setidaknya telah menyingkirkan ratusan kompetisi kriya berskala nasional ini.

Ketua Pelaksana acara Matra Award 2018, Rosanto Bima Pratama mengatakan empat orang pemenang dari empat kategori yakni Dedy Sofianto, meraih juara karya favorit. Ahmad Praseta berasal dari Bayuwangi menyabet kategori karya inovasi kreasi.

Sementara kategori karya lokal content terbaik disabet oleh Dewa Agung M, yang berasal dari Provinsi Bali meraih juara. Sementara dari Yogyakarta berhasil meraih juara kategori karya terbaik melalui Meta Enjelita.
Penganugerahan empat pemenang itu diumumkan langsung oleh Rosanto Bima Pratama, dan ketiga orang dewan juri Matra Award 2018, yakni Sudjud Dartanto, Satya Brahmantya, dan Dunadi, di pendopo Art Space, Sabtu (30/11/2018), malam.

“Empat orang peserta dinobatkan sebagai pemenang setelah melalui prose seleksi yang sangat ketat. Karya yang dinilai meliputi kesesuaian tema, konsep karya, dan keunikannya,” tandas Bima.

Menurutnya acara tersebut merupakan acara pertama penghargaan bagi para kriya muda di bawah usia 35 tahun. Sebanyak 4 pemenang diambil, dari 32 orang telah lolos penjurian dari 130 karya seni yang sudah dikirimkan dari seluruh Indonesia.

“Ini baru pertama digelar namun antuais peserta sangat tinggi. Rencananya acara ini akan digelar selama dua tahun sekali, dan tahun mendatang akan kita gelang kembali,” katanya.

Melalui Matra Award ini, Bima berharap dapat memunculkan karya-karya seni dengan pendekatan konsep craftmanship yang kuat, serta kontekstual dengan dinamika sosial masyarakat. Untuk itu ia sengaja mengelar kompetisi ini.

“Tema yang dilombakan adalah dimensi resonansi. Dimensi fisik sebuah karya seni tidak dapat dilepaskan dari konsep, pilihan material, dan proses pembuatan karya si seniman,” tandasnya.

Sementara itu Meta Enjelita salah seorang peserta mengaku sangat mengapresiasi acara yang digagas untuk seniman muda tersebut. Melalui karya seni berjudul ‘Fabric Sculpture’ Meta berhasil menyabet juara kategori karya terbaik.

“Dalam kompetisi ini tidak ada kendala sih, tapi kendalanya hanya waktu saja,” ujar seniman yang sejak kecil menyukai seni ini.

Menurutnya karyanya tersebut sengaja mengangkat teknik ‘Rust Dyeing’ yakni memberi warna pada kain dengan mentransfer karat pada logam yang mengalami korosi pada permukaan kain. Sehingga menjadikan warna natural, dan berwarna alam.

“Saya sengaja gunakan pewarna alam untuk membuat karya ini, agar warna natural bisa terlihat jelas,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
KARTUN 5 Desember 2018

Close