MAF 2018 RESMI DITUTUP – Sukses Jadi Pemersatu Atraksi Budaya

MERAPI-AMIN KUNTARI Kelompok Angkringan TVRI mengisi acara penutupan MAF 2018.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Kelompok Angkringan TVRI mengisi acara penutupan MAF 2018.

PERHELATAN seni dan budaya bertajuk Menoreh Art Festival (MAF) 2018 di Alun-Alun Wates, resmi ditutup, Sabtu (27/10/2018). MAF yang digelar untuk meramaikan peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kulonprogo ini, sukses menjadi pemersatu beragam atraksi kebudayaan dari berbagai daerah.

MAF berlangsung selama 20 hari, sejak 7 Oktober lalu. Penutupannya digelar bersamaan dengan penutupan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kulonprogo. Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, hadir dalam penutupan sekaligus menyerahkan hadiah berbagai kejuaraan.

Selama 20 hari penyelenggaraan, MAF telah menampilkan beragam seni dan budaya yang menjadi kekayaan Kulonprogo. Selain itu, lebih dari 20 daerah tetangga juga turut memamerkan potensi seni dan budayanya.
Dalam penutupan, ditampilkan Sendratari ‘Api di Bukit Menoreh’ dan pentas wayang kulit dengan lakon Pendawa Kridha oleh Ki Dalang Wisnu Hadi Sugito. Penutupan berlangsung meriah, dihadiri ribuan penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo menyampaikan, MAF mampu merangkul seluruh kegiatan mulai dari pentas Sugriwo Subali hingga pentas seni anak-anak. Perbedaan MAF 2018 dengan tahun lalu yakni dikemas dan dikelola waktu penyelenggaraannya.

“Ini adalah metode untuk mempersatukan berbagai aktivitas kebudayaan dalam satu pentas. Ke depan, harapannya bisa digelar seperti saat ini atau bahkan ditambah atraksi kebudayaan lainnya,” kata Untung.

Pada tahun ini, lanjutnya, ditampilkan seni pertunjukan, seni rupa, seni lukis, bonsai dan olahraga tradisional. Dengan ini, masyarakat bisa membangun paradigma bahwa Kulonprogo ke depan harus lebih baik. Secara umum, penyelenggaraan MAF 2018 berlangsung lancar dan sukses. Meski demikian, Untung mengakui ada sejumlah pentas yang sepi penonton karena digelar bersamaan dengan jam belajar anak sekolah.

“Ke depan akan kita evaluasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo merasa bangga atas berbagai kegiatan yang digelar dalam peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kulonprogo, termasuk MAF 2018. Ia menilai, kegiatan yang digelar terbilang komplit, mulai dari seni budaya, olahraga hingga ekonomi seperti Manunggal Fair. “Seni dan budaya yang digelar di panggung dapat menumbuhkan sejumlah manfaat seperti olah rasa dan menghidupkan perekonomian masyarakat yang bisa meningkatkan kesejahteraan,” katanya. (Unt)

Read previous post:
PERSIAPAN PSS HADAPI PERSIRAJA – Empat Pemain Absen, Rangga Terancam

  SLEMAN (MERAPI) - PSS Sleman tidak akan tampil dengan kekuatan penuh saat bertandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di laga

Close