PNS Kulonprogo Pamer Seragam Geblek Renteng

MERAPI-AMIN KUNTARI Fashion show para PNS memamerkan Batik Geblek Renteng.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Fashion show para PNS memamerkan Batik Geblek Renteng.

SEIRING sejalan dengan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, ribuan PNS di wilayah ini sudah berkomitmen mencintai dan mengenakan batik motif Geblek Renteng sebagai ciri khas daerahnya. Pada perayaan Hari Batik Nasional, Oktober mendatang, mereka bahkan berniat menunjukkan kekompakan dengan mengenakan Batik Geblek Renteng bersama-sama.

Sejak awal kemunculan motif Geblek Renteng, para PNS di Kulonprogo sudah mengenakan batik ini sebagai seragam kerja. Belum lama, mereka juga memamerkan keunikan motif tersebut melalui fashion show sebagai bagian acara Gebyar Batik Kulonprogo di Alun-Alun Wates.

Dalam fashion show, sejumlah pejabat Pemkab Kulonprogo didapuk menjadi model. Nampak Direktur PDAM Tirta Binangun, Jumantoro bersama istri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rudiyatna bersama istri, Camat Nanggulan, Duana Heru Supriyanta bersama istri dan lainnya.

Di panggung catwalk, para PNS berjalan dengan elegan. Sesekali, mereka melemparkan senyum kepada para penonton yang didominasi kawan-kawan se-lingkungan pekerjaan. Penampilan para PNS ini pun membuahkan tepuk tangan meriah.

Mengenakan batik lengan panjang bermotif Geblek Renteng, Camat Nanggulan, Duana Heru Supriyanta mengaku bangga. Ia berupaya mengikuti aturan penggunaan seragam batik ini dengan senang hati lantaran menyukai motif khas Kulonprogo tersebut. Dalam kacamata Duana, batik Geblek Renteng terlihat elegan dan menawan.

“Motifnya bagus, apalagi ditambah kreasi para perajin,” katanya.
Selain apik, rupanya motif Batik Geblek Renteng punya filosofi menarik. Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, motif ini berupa dua lingkaran yang berkaitan, sama seperti bentuk geblek sebagai makanan khas Kulonprogo.

Dikatakan Sutedjo, keterkaitan dua lingkaran ini merupakan gambaran kehidupan manusia yang tidak bisa lepas dari manusia lainnya. Artinya, dalam menjalani kehidupan, manusia selalu membutuhkan orang lain di sekitarnya.
“Mulai dari saat lahir, harus ditolong petugas medis, begitu juga saat melajar makan, berjalan dan berbicara juga membutuhkan bantuan orang lain. Kemudian saat bersekolah dan bekerja, manusia tidak bisa lepas dari keterkaitan dengan manusia sekitarnya. Bahkan saat meninggalpun, kita tidak bisa sendiri, membutuhkan orang lain untuk menyucikan dan mengebumikan badan,” urainya.

Atas makna yang luar biasa ini, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kemudian mewanti-wanti agar masyarakatnya mencintai Batik Geblek Renteng. Upaya perwujudannya, yakni dengan mengenakan Batik Geblek Renteng untuk berbagai kegiatan harian.

“Saya juga mengimbau para PNS dan masyarakat untuk mengenakan Batik Geblek Renteng saat perayaan Hari Batik Nasional, Oktober mendatang,” tegas Bupati Hasto. (Unt)

Read previous post:
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA Shaheer Sheikh.
Yogya Punya Tempat Spesial bagi Shaheer Sheikh

AKTOR yang memerankan Arjuna dalam serial 'Mahabarata', Shaheer Sheikh, kembali mengunjungi Yogyakarta Minggu (23/9/2018). Memeriahkan Pesbukers Mencari Bakat di Ambarukmo

Close