Homogenic Pamer Album di FKY

MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA Homogenic di panggung FKY 30.
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA
Homogenic di panggung FKY 30.

TRIO Pop Elektronik, Homogenic (HMGNC) masih ada. Meski tak lagi se-energik 15 tahun lalu ketika merajai skena Indie Pop Indonesia, aksi Amanda Syachridar (Vokal), Dina Dellyana (Synths, Programming), dan Grahadea Kusuf (Synths, Programming) masih kuat. Mereka membuktikannya di Panggung Musik Elektronik (PME) Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 30 2018 di Jogja National Museum (JNM) Rabu (2/8/2018) malam. Lagu-lagu seperti ‘Kekal’ di album perdana hingga ‘Sedikit Waktu’ di album terbaru mereka sukses meruangkan koor.

Malam itu sebagian besar anak muda yang datang ke PME FKY 2018 memang tak banyak tahu tentang Homogenic. Maklum, beda zaman dengan penonton yang rata-rata berusia 20 tahun. Apalagi Trio Pop Elektronik ini sempat hiatus lama ketika Risa Saraswati, vokalis awal mereka memilih pergi. Tapi dari lagu pertama hingga terakhir, HMGNC mampu menggerakkan penonton ke depan panggung dan menikmati separuh malam bersama. Puncaknya ketika Amanda membagi penonton menjadi dua lalu meruangkan koor saat mic-nya mati.

“Terima kasih ya kerjasamanya. Lama sekali kami tidak main di Yogyakarta dan senang rasanya ada pendengar baru yang mau senang-senang bersama kami,” kata Amanda di atas panggung yang direspon tepuk tangan mereka yang datang.

Tak hanya membawakan lagu-lagu di album terdahulu seperti ‘Kekal’ dan deretan lagu manis lainnya, namun peraih tiga penghargaan sekaligus di Voice Independent Music Award (VIMA) 2012 itu juga pamer lagu dalam album baru yang berkarakter Gloomy laiknya album-album awal. Amanda mengatakan bahwa mereka sangat antusias menggarap album ini. “Kami antusias banget sama album ini karena balik lagi seperti awal-awal Homogenic, gloomy begitu. Semoga bisa diterima sama pendengar musik kekinian,” harapnya usai manggung.

Di album baru ini Homogenic kerjasama dengan Demajor Records. Album perdana ‘Epic Symphony’ yang rilis 2004 di bawah naungan FFWD Records mendapat respon positif dari pendengar dan kritikus musik. Namun di album kedua: ‘Echoes of The Universe’ tahun 2006, warna musik Homogenic berubah. Pengaruh Indie Pop yang tengah bingar di era itu terasa. Hiatus selama tiga tahun setelah ditinggalkan Risa Sarasvati 2009 lalu, Amanda Syachridar masuk menggantikan Risa Saraswati yang dilanjutkan album ke-3 berjudul ‘Let a Thousand Flowers Bloom’.

Di album ke-4 ‘Let’s Talk’ tahun 2012, Homogenic meraih tiga penghargaan sekaligus di Voice Independent Music Award (VIMA) lewat single ‘Tak Berhenti di Sini’ dan mendapat respon positif dari skena Drum n’ Bass Indonesia. Berlanjut ke tahun 2015 merkea kian aktif dengan mengeluarkan single bertitel ‘Today and Forever’ dan ‘Memories That Last A Dream’. (Des)

Read previous post:
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA Penampilan Roket feat Ari Hamzah dan Ajeng Havinhell di Panggung Seni FKY 30.
Roket feat Ari Hamzah dan Ajeng Havinhell Lanjut di Album

USAI konser di Panggung Pasar Seni Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 30 lalu memberi pertunjukkan yang tak kalah fenomenal di Kickfest

Close