DI DEPAN KARYANYA – Pematung Yusman Kenang Jasa Pahlawan

Para pengisi acara Malam Renungan bagi jasa Pahlawan berfoto bersama di puncak acara, Minggu (14/1) malam di depan patung Jenderal Sudirman yang terpajang megah di Alun-alun Utara Yogyakarta. Foto: Agoes Jumianto
Para pengisi acara Malam Renungan bagi jasa Pahlawan berfoto bersama di puncak acara, Minggu (14/1) malam di depan patung Jenderal Sudirman yang terpajang megah di Alun-alun Utara Yogyakarta. Foto: Agoes Jumianto

MENJADI ruh dalam rangkaian pameran tunggalnya di Jogja Gallery, pematung Yusman menggelar Malam Renungan bertajuk penghormatan kepada para pahlawan Republik Indonesia di Alun-alun Utara Yogyakarta, Minggu (14/1) malam tepat di depan patung Jenderal Sudirman yang beberapa waktu ini berdiri megah di sisi timur Alun-alun Utara.

Meski sempat tergangu turunnya hujan menjelang akhir gelaran, namun acara berlangung dengan meriah dan khidmad. Acara penghormatan diisi dengan penampilan musik dan pembacaan puisi oleh anggota TNI, akademisi dan para sejarawan. Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Ir Novyan Samyoga juga nampak hadir dan terlibat dalam pembacaan puisi malam itu. Penyair Umi Kulsum, juga turut hadir menyuarakan puisi karya WS Rendra, Doa untuk Pahlawan. Mewarnai malam renungan juga makin terasa dengan penampilan spesial komunitas Jogja 45 dan paduan suara Soedirman Center. Pematung Yusman bekerjasama dengan Jogja Gallery dan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) DIY serta Yayasan Soedirman untuk menggelar even malam itu.

“Malam peringatan terhadap jasa para pahlawan itu diadakan untuk menghormati perjuangan para pahlawan Republik Indonesia. Tidak hanya jasa-jasanya saja yang dikenang, tetapi semangatnya juga perlu kita teladani,” terang KRMT Romo Indro Kimpling SH selaku Direktur Eksekutif Jogja Gallery.

Seperti diketahui, Yusman adalah seniman patung lulusan ISI Yogyakarta, kelahiran Padang 12 November 1964 yang menggelar Pameran Restorpeksi Yusman: Menandai Indonesia di Jogja Gallery sejak 20 Desember 2017 sampai 10 Januari 2018. Pamerannya sendiri tercatat dalam buku Museum Record Dunia Indonesia (MURI) sebagai pameran patung terbesar di Indonesia.

Sebelumnya Yusman juga pernah tercatat dalam MURI yang pertama pembuatan rangkaian relief Monumen Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman terpanjang di lndonesia. Relief sepanjang 368 meter dengan bahan Perunggu yang dibuat di Pacitan, Jawa Timur, tahun 2010. Dan patung berkelompok terbesar pada monumen Pangsar Jenderal Soedirman di Jakarta pada Februari 2014.

Karya-karya Yusman telah tersebar dari Sabang sampai Merauke, menjadi monumen dan 17 kali diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Yusman juga dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat enam buah patung Presiden Republik Indonesia dengan bahan perunggu untuk dipajang di Istana Kepresidenan Bogor.  Di studionya di Tirtonirmolo Bantul, Yusman juga sedang merampungkan proyek patung Garuda dalam bentuk 3 dimensi yang akan dipasang di 6 titik wilayah terluas perbayasan Indonesia. (Aja)

Read previous post:
Jenazah Sujud Kendang saat berada di ruang jenazah RS Wirosaban. Foto: Muclis Choirul Anwar
Selamat Jalan Sujud Kendang

DUNIA seni dan hiburan Yogyakarta kehilangan salah satu seniman kondang, Sujud Sutrisno atau akrab dikenal dengan Sujud Kendang. Seniman jalanan

Close