Gandeng Seniman dan Budayawan, Kulonprogo Siapkan Arsitektur Khas

Pembahasan ciri khas arsitektur Kulonprogo oleh Bupati Hasto, OPD terkait dan para seniman
Pembahasan ciri khas arsitektur Kulonprogo oleh Bupati Hasto, OPD terkait dan para seniman

BENTUK sebuah bangunan bisa menjadi ciri khas suatu daerah hingga membentuk jati diri daerah tersebut. Bangunan-bangunan di Bali misalnya, memiliki ciri khas dari sisi bentuk juga warnanya, hingga berhasil menjadi daya tarik wisatawan.

Sebagai daerah yang ke depan akan menjadi pintu masuk wilayah DIY, Kulonprogo dituntut untuk menjadi daerah yang bagus dan menarik serta menjunjung tinggi kearifan lokal baik arsitekturnya maupun kehidupan budayanya. Sebagai upayanya, Pemkab Kulonprogo menggandeng sejumlah seniman dan budayawan untuk menentukan ciri khas arsitektur Yogyakarta untuk Kulonprogo.

“Dengan adanya bandara internasional, Kulonprogo akan menjadi pintu masuk wilayah DIY. Karena itulah, Kulonprogo dituntut untuk menjadi daerah yang bagus dan menarik serta menjunjung tinggi kearifan lokal baik arsitekturnya maupun kehidupan budayanya mengingat hanya itulah yang kita miliki sekarang,” kata Ong Hari Wahyu, Visual Artist dari Yogyakarta, Kamis (23/11).

Karena itulah, menurut Ong, Kulonprogo harus memiliki ciri khas arsitektur bangunannya. Terlebih, Dinas Kebudayaan Kulonprogo sebelumnya telah melombakan bagaimana bentuk bangunan untuk kantor, bagaimana bentuk bangunan untuk gardu, bagaimana pagar, bagaimana gapura dan bagaimana bentuk jembatannya. Bentuk-bentuk ini akan menjadi ciri khas untuk Kulonprogo, tanpa lepas dari Yogyakarta atau Jogja Istimewa.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyampaikan, pihaknya telah menekspose karya ciri khas arsitektur Yogyakarta untuk Kulonprogo, pekan lalu. Beberapa karya yang menjadi nominasi akan dianalisa oleh tim khusus untuk mengambil suatu corak yang dianggap applicable atau bisa digunakan. Karya ini kemdian akan diadopsi, untuk diterapkan dan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup).

“Melalui ini, kita berpaya melestarikan budaya yang dimiliki,” ujarnya.

Karya budaya dalam hal ini, menurut Bupati Hasto, adalah pembangunan fisik rumah, pagar, gardu mau pun jembatan. Nantinya, akan ditemukan jati diri yang terkait dengan karya seni juga budaya dalam bidang arsitektur untuk bangunan-bangunan di wilayah Kulonprogo.

“Mudah-mudahan setelah ini Kulonprogo punya satu ketetapan, sikap dan kemudian menemukan satu karakteristiknya untuk membangun fisik. Kita akan tetapkan dalam Perbup sebagai karya baru yang akan dibuat di Kulonprogo,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo menyampaikan, Kulonprogo berkeinginan memiliki Perbup tentang ciri khas bangunan yang ada di wilayah ini.  Dirinya mencontohkan, gedung perkantoran, rumah usaha, joglo, jembatan dan lain sebagainya akan menggambarkan ciri khas daerah Kulonprogo.

“Ini untuk memberikan ciri khas Kulonprogo yang bisa diwariskan kepada anak cucu. Jadi ketika ada wisatawan yang berfoto di depan bangunan misalnya, orang akan langsung tau kalau foto itu diambil di Kulonprogo,” pungkasnya. (Unt)

Read previous post:
Panitia lomba saat gelar jumpa pers
USUNG TEMA POST TRUTH – Festival Film Dokumenter 2017 Digelar

FESTIVAL Film Dokumenter (FFD) 2017 akan dihelat 9-15 Desember mendatang. Mengusung tema Post Truth, tahun ini menjadi edisi ke-16 festival

Close