• Kamis, 23 September 2021

Corona Varian Delta Menyebar 7 Kali Lebih Cepat

- Rabu, 21 Juli 2021 | 20:30 WIB
C 11 APRIL 2020
C 11 APRIL 2020

BANTUL (harianmerapi.com)- Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bantul sangat fluktuatif. Bahkan Selasa (20/7) lalu terjadi lebih dari seribu penambahan kasus Covid-19 baru dalam sehari. Kondisi ini diprediksi menyusul ditemukannya Covid-19 varian Delta di kabupaten ini. Diketahui dari 20 sampel pasien Covid-19 varian Delta di DIY, tiga di antaranya berasal dari Bantul.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja menyebut jika terdapat tiga sampel dari 20 sampel yang dinyatakan terpapar Covid-19 varian Delta di wilayah DIY yang berasal dari Bantul. Ketiganya terdiri dari anak-anak usia 2 tahun dan 15 tahun, sedangkan satu sampel merupakan pasien dewasa. Hal itu diketahui setelah pihaknya mendapat konfirmasi daru Laboratorium Mikro UGM yang menyebutkan jika tiga sampel di laboratorium berasal dari Bantul. "Saya dapat feedback dari labb mikro UGM, itu tiga sampel dari Bantul yang terkonfirmasi dari laboratorium terpapar varian Delta," sebutnya, Rabu (21/7).

Pria yang akrb dipanggil Gusbud ini menyebut secara detail bahwa tiga sampel terkonfirmasi varian Delta itu satu di antaranya berasal dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bantul. Sedangkan dua sampel lainnya berasal dari BBTKLPP. Namun begitu, seluruh sampel dari Bantul itu saat ini sudah selesai isolasi dan dinyatakan negatif Covid-19 sesuai swab evaluasi. "Sudah evaluasi swab PCR dan dinyatakan sembuh, sekarang sudah beraktivitas biasa," ujarnya.

‎Pengiriman sampel ke laboratorium mikro UGM dilakukan oleh laboratorium asal sampel dengan memenuhi sejumlah kriteria. Gusbud menyebut beberapa kriteria itu di antaranya adalah pasien terkonfirmasi positif sudah pernah terpapar COVID-19 namun kembali terpapar, pasien masih usia anak-anak, dan riwayat perjalanan dari luar negeri. Selain itu sudah dua kali diberi dosis vaksin namun masih terpapar COVID-19. "Kalau persyaratan itu masuk maka BBTKLPP dan Labkesda Bantul yang nantinya akan mengirim ke laboratorium mikro di UGM," tegasnya.

Gusbud menambahkan, varian Delta bisa menyebar tujuh kali lebih cepat jika dibandingkan dengan varian lainnya. Sehingga menurutnya virus ini hanya bisa diantisipasi penyebarannya dengan patuh terhadap Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang saat ini sudah diperpanjang oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, mulai dari pemakaian masker, cuci tangan, jaga jarak, hingga menghindari kerumunan. "Tidak ada cara lain selain masyarakat harus ketat menerapkan 5M," tegasnya.

‎Sementara itu, Dinkes Bantul saat ini tengah memaksimalkan fasilitas kesehatan seperti tempat tidur untuk pasien dan mengaktifkan shelter-shelter yang ada. Pihaknya juga menambah tenaga kesehatan menyusul banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19. Dinkes juga memastikan ketersedian obat serta mempercepat vaksinasi. "Yang jelas kita juga menyiapkan oksigen karena permasalahan saat ini yang paling banyak dihadapi pasien adalah desaturasi yang sebagian besar menjadi penyebab kematian," pungkasnya.(C-1)

Editor: admin_merapi

Terkini

Korban Tenggelam di Palabuhanratu Masih Dicari Tim SAR

Rabu, 22 September 2021 | 06:04 WIB

Ditampar Suami 3 Kali, Istri Nekat Lapor Polisi

Selasa, 21 September 2021 | 22:21 WIB
X