• Kamis, 23 September 2021

Ikut Sindikat Maling, Pensiunan Polisi Dibayar Rp 1 Juta

- Selasa, 20 Juli 2021 | 20:11 WIB
20mobil
20mobil

WATES (harianmerapi.com)- Seorang pensiunan polisi asal Malang, Jawa Timur, HS (62), terseret kasus pencurian mobil di wilayah Samigaluh Kulonprogo. Ia terlibat dalam sindikat pencurian mobil dan berperan sebagai perantara yang mempertemukan antara pelaku pencurian dengan pembeli. Dia pun diamankan aparat Polres Kulonprogo akhir pekan lalu.
KBO Satreskrim Polres Kulonprogo, Iptu Nunung Tuhono mengatakan, penangkapan HS merupakan buntut dari laporan yang diterima polisi terkait pencurian mobil di wilayah Samigaluh. Kendaraan yang dilaporkan hilang pada awal Juni lalu itu yakni pikup Mitsubishi L300.

"Setelah dilakukan penyelidikan, terduga pelaku mengerucut pada dua orang yakni AM (43) warga Blitar Jawa Timur dan YM (31) warga Malang Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan keduanya, terungkap keterlibatan HS. Ia berperan sebagai perantara yang bertugas mencarikan pembeli barang curian AM dan YM," kata Nunung dalam gelar perkara kasus pencurian tersebut di Mapolres Kulonprogo, Senin (19/7).
Pada kasus ini, HS mempertemukan AM dengan Kirun, pembeli yang berdomisili di Malang, Jawa Timur. Kirun meminta AM mencarikan mobil bak terbuka Mitsubishi L300. Permintaan Kirun kemudian disanggupi AM. Ia beraksi mencuri mobil di wilayah Samigaluh bersama YM.

Dalam aksinya, YM mencongkel pintu mobil dan menyalakan mesin dengan teknik khusus. Setelah berhasil dibawa kabur, mobil tersebut diganti plat nomor palsu di wilayah Kalibawang, sebelum diserahkan kepada pembeli.
"Plat nomor yang sebelumnya masih putih, diganti warna hitam," imbuh Tuhono.
Akibat perbuatannya, HS dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Rekan lainnya, yakni AM ditahan di Polres Trenggalek dengan kasus serupa, sementara YM ditahan di Polres Purworejo dengan kasus pencurian kendaraan bermotor.
Saat dimintai keterangan, HS mengelak telah terlibat dalam sindikat pencurian mobil di Samigaluh. Ia berdalih hanya mempertemukan pelaku dengan calon pembeli.

"Saya tidak tahu kalau AM dan YM merupakan sindikat pencurian mobil yang telah beraksi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Saya kenal mereka waktu masih tugas di Blitar," ucapnya.
Ditanya komisi yang diterima, HS mengaku mendapat Rp 1 juta. Uang tersebut digunakannya untuk membeli pulsa serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (Unt)

Editor: admin_merapi

Terkini

Korban Tenggelam di Palabuhanratu Masih Dicari Tim SAR

Rabu, 22 September 2021 | 06:04 WIB

Ditampar Suami 3 Kali, Istri Nekat Lapor Polisi

Selasa, 21 September 2021 | 22:21 WIB
X