• Kamis, 9 Desember 2021

Sikat Pungli Hingga Pemerasan, Polres Kulonprogo Bentuk Satgas Antipreman

- Senin, 14 Juni 2021 | 22:29 WIB
14parkir
14parkir

WATES (harianmerapi.com) - Sebagai upaya memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, Polres Kulonprogo membentuk Satgas Anti Premanisme. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait pemberantasan premanisme.
 
Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono menyampaikan, setelah dibentuk, Satgas Anti Premanisme langsung bergerak melakukan penyuluhan melalui Satbinmas dengan menyasar petugas parkir. Selain itu, juga dilakukan upaya pemberantasan premanisme dan pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi di Kulonprogo.
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat, terjadi dugaan aksi premanisme dan pungli di sejumlah lokasi seperti Wates, Temon dan Nanggulan. Petugas Subsatgas Gakkum kemudian bergerak mendatangi tempat yang diduga dijadikan lokasi pemalakan, pemerasan dan pungli dengan menjadi timer bus dan calo tiket penumpang," kata Tartono, Senin (14/6). 
 
Di sekitar Terminal Wates, petugas mendatangi seseorang berinisial DA (45) warga Wates yang diduga menjadi timer bus dan meresahkan para awak bus. Saat ditemui, DS mengaku sudah lama tidak menjalankan profesi sebagai timer bus dan saat ini menjalankan usaha sewa mainan anak-anak.
Setelahnya, petugas kemudian bergerak menuju stasiun Wates dan menemui seseorang berinisial AP (48) warga Wates yang diduga menjadi calo tiket. Namun kepada petugas, AP mengaku sudah tidak menjadi calo tiket karena PT KAI telah menerapkan sistem pembelian tiket secara online. Petugas juga tidak menemukan adanya calo tiket lain dan preman yang akan melakukan pemerasan atau pemalakan.
 
"Meski demikian, kami tetap melakukan pembinaan kepada DS dan AP serta masyarakat lainnya agar tidak melanggar hukum. Masyarakat juga kami minta berpartisipasi memelihara Kamtibmas di Terminal Wates dan Stasiun Wates," jelas Tartono. Sebelumnya, aparat Polres Sleman juga melakukan razia yang sama. Sekitar 54 juru parkir liar hingga debt collector didata untuk menghindari praktik premanisme. (Unt)

Editor: admin_merapi

Terkini

X