• Kamis, 30 Juni 2022

Mantan Kades Tersandung Kasus Narkoba

- Jumat, 9 April 2021 | 10:10 WIB
08koba
08koba


TEMANGGUNG (MERAPI) – Kepolisian Resor (Polres) Temanggung menangkap dua pemakai dan tiga pengedar narkoba selama Operasi Antik Candi 2021, 15 Maret hingga 3 April lalu. Di antara mereka satu di antaranya mantan Kepala Desa Gandurejo Kecamatan Bulu.
Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan tidak ada toleransi pada penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Temanggung. "Pada Operasi Antik Candi 2021, kami tangkap 5 tersangka, dua pemakai dan tiga pengedar. Pada masyarakat diharapkan melapor jika mengetahui ada penyelahgunaan narkotika," kata AKBP Benny Setyowadi, Kamis (8/4).
Dia mengatakan, barang bukti yang diamankan dari lima tersangka antara lain 98,1 gram sabu-sabu, peralatan untuk komsumsi narkoba, sekitar 8 pil daftar G, sepeda motor dan alat komunikasi.

Kasat Res Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistiyo mengatakan tersangka pemakai sabu yakni Qmd (43) warga Dusun Sangen Desa Gandurejo Kecamatan Bulu dan ID (48) warga Kampung Jampiroso Selatan Kelurahan Jampiroso Temanggung.
Sedangkan pengedar narkoba Pr (37) warga Lingkungan Banyutarung Temanggung, AY (30) warga Dusun Ngencek Desa Kalikuto Kecamatan Grabag Magelang dan TTG (26) warga Kampung Gemoh Kelurahan Butuh Temanggung.
Dia mengatakan Qmd mendapatkan narkotika dari Sitip (DPO), ID membeli dari Pr alias Ateng yang kemudian ditangkap di rumahnya, TTG alias Bebek mendapatkan barang dari Fz alias Kopi yang kini buron dan Ah mendapatkan barang dari Jeck (DPO).

"Penjual narkotika di Temanggung merupakan perantara dari bandar yang lebih besar," kata dia.
Penjualan, kata dia, dengan transfer melalui rekening selanjutnya barang ditaruh di suatu tempat untuk diambil oleh konsumen atau pengecer narkoba di Temanggung.
Dia menerangkan pemakai dijerat dengan Primer Pasal 114 ayat (1), Subsider Pasal 112 ayat (1), Lebih Subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya penjara 12 tahun dan pidana denda Rp 8 miliar.
"Sedangan pengedar ditambah dijerat Pasal 60 ayat (2) dan (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman penjara 20 tahun dan denda Rp 10 miliar," kata dia.(Osy)

Editor: admin_merapi

Terkini

X