• Minggu, 3 Juli 2022

Banjir Lahar Mengancam, 16 EWS di Kota Yogya Berfungsi Baik

- Rabu, 3 Februari 2021 | 08:58 WIB
09gunung
09gunung


UMBULHARJO (MERAPI)- Warga bantaran sungai di Kota Yogyakarta, terutama di Sungai Code diimbau waspada dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari ini. Mengingat dampak adanya La Nina dan aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas sehingga berpotensi menimbulkan banjir lahar.
“Kami selalu pantau terus potensi bencana lahar dingin Gunung Merapi di sungai-sungai di kota. Karena Gunung Merapi sudah mengeluarkan awan panas dan kondisi musim hujan dengan La Nina,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, Selasa (2/2).

Dia menjelaskan sudah menempatkan personel pemantau di sejumlah posko pemantau ketinggian sungai. Terutama di posko 1 di aliran Sungai Boyong di Ngentak Sinduharjo Ngaglik Sleman. Sungai Boyong menjadi hulu Sungai Code yang melintasi tengah Kota Yogyakarta. Jika ketinggian permukaan sungai mengalami kenaikkan akan dikomunikasikan melalui frekuensi radio dengan personel di bawah dan BPBD Kota Yogyakarta.
“Kalau di posko satu ketinggian air sudah naik 70 cm, biasanya setengah jam kemudian sampai di aliran sungai di Kota Yogya. Dari pantauan kami kemarin malam, ketinggian air sungai masih aman terkendali sekitar 30 cm. Jadi belum berpengaruh di aliran sungai di kota,” terangnya.

Meski demikian masyarakat di bantaran sungai diminta tetap waspada pada musim hujan dan dampak La Nina. Dia menyatakan informasi mengenai ketinggian air sungai dan potensi lahar dingin diinformasikan setiap hari ke BPBD Kota Yogyakarta. Apabila mengalami kenaikan ketinggian air sungai akan disampaikan ke wilayah terkait.
“Di wilayah sudah kami informasikan untuk kesiapsiagaan dini di kawasan bantaran sungai terutama Sungai Code. Termasuk Sungai Winongo dan Gajah Wong ,” imbuhnya.
Dia menyebut sudah mengecek 16 alat peringatan dini yang terpasang di bantaran sungai di Kota Yogyakarta. Dipastikan alat tersebut berfungsi dan berbunyi jika ada ketinggian air yang berpotensi bencana banjir untuk memberikan peringatan ke masyarakat sekitar. Selain itu menyiagakan Kampung Tangguh Bencana di Kota Yogyakarta.

“Terkait dampak La Nina juga bisa berpotensi hujan disertai angin dan pohon tumbang. Makanya kami juga antisipasi dengan mempersiapkan prasarana penanganan dini di KTB seperti senso dan kendaraan roda tiga. Kami bangun kewaspadaan masyarakat dan penanganan dini menghadapi bencana,” tandas Hidayat. (tri)

Editor: admin_merapi

Terkini

X