• Selasa, 7 Desember 2021

JCW Desak Usut Dugaan Pungli di Lahan NYIA

- Selasa, 9 Oktober 2018 | 20:41 WIB
kamba
kamba

 
-
Baharuddin Kamba
(Merapi-Istimewa) YOGYA (MERAPI) - Jogja Corruption Watch (JCW) menilai kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan pemotongan dana kompensasi pembebasan lahan pembangunan New Yogyakarta International Aiport (NYIA) oleh oknum pemerintah desa di Glagah Kecamatan Temoh Kulonprogo hingga kini tidak ada kejelasan. Aparat penegak hukum pun ditengarai kurang sigap dalam mengusut kasus yang dikenal dengan pungutan berdalih uang tinta ini. "Padahal informasi dari Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) bukti dan saksi sudah jelas dan sudah dilaporkan ke dewan. Tetapi sampai saat ini tak ada kejelasan," ujar Koordinator Pengurus Harian (KPH) JCW Baharuddin Kamba kepada wartawan, Selasa (9/10). Untuk itu JCW mendesak Kapolda DIY untuk mengusut tuntas kasus dugaan pungli tersebut dengan memeriksa para saksi dan mencari data-data yang mendukung untuk membongkar kasus tersebut. Hal ini penting dilakukan agar kasus pungli ini dapat diselesaikan dengan terang benderang dan tidak menimbulkan fitnah. Selain itu hasil pemeriksaan harus disampaikan ke publik sebagai bentuk akuntabilitas. Karena dalam kurun terakhir ini Polda DIY minim dalam mengungkap kasus korupsi di DIY. Salah satu langkah yang dapat ditempuh dengan berkoordinasi bersama Kejaksaan Tinggi DIY. Jika nantinya dalam proses pengumpulan data (puldat) ditemukan ada pelanggaran hukum berupa tindak pidana korupsi, maka perlu ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun, proses hukumnya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. "Kita juga berharap dalam proses hukum ini, KPK dapat melakukan supervisi sesuai dengan kewenangannya agar proses hukum dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku. Kita tunggu KPK agar dapat memberikan atensi terhadap kasus ini," tegas Baharuddin. (C-5)

Editor: admin_merapi

Tags

Terkini

X