• Kamis, 29 September 2022

Siswa SMK asal Semarang hilang terseret ombak Pantai Parangkusumo akibat berenang di palung, ini kronologinya

- Senin, 15 Agustus 2022 | 21:01 WIB
SAR melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Parangkusumo Parangtritis Kretek Bantul mencari pelajar yang hilang. (Foto: Sukro Riyadi)
SAR melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Parangkusumo Parangtritis Kretek Bantul mencari pelajar yang hilang. (Foto: Sukro Riyadi)

 

harianmerapi.com- Ganasnya gelombang Pantai Parangkusumo Kalurahan Parangtritis Kapanewon Kretek Bantul kembali makan korban, Senin (15/8/2022).

Seorang wisatawan Catur Prasetya (17), asal Pamularsih Semarang hilang terseret ombak. Sedangkan satu wisatawan Garuh (17) warga Daranipah Tiga RT 06 RW 01, Semarang Jawa Tengah lepas dari maut setelah diselamatkan Tim SAR Pantai Parangtritis.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 3 Kabupaten Bantul, Muhammad Arief Nugraha SE menjelaskan, peristiwa memilukan yang memimpa Pelajar SMK Ibu Kartini di Jalan Imam Bonjol No 99 Kota Semarang itu berawal ketika mereka tengah rekreasi.

Kemarin sore, rombongan bus yang membawa korban dan siswa lainnya sampai Pantai Parangkusumo Parangtritis sekitar pukul 14.15 WIB.

Baca Juga: Pedang pamor Ombak Toya, tuahnya menambah wibawa, bikin lawan minder dan keder

Begitu turun dari bus kedua korban bersama rekan lainnya bergegas menuju pantai untuk mandi di laut. Sebenarnya SAR sudah mengigatkan untuk tidak mandi di daerah palungnya. Namun ditengarai peringatan tersebut diabaikan.

"Kami menduga karena terlalu asyik main air, tanpa disadari makin ke tengah, akibatnya korban terseret arus ke daerah palung," ujarnya.

Melihat wisatawan terbawa arus ke palung, SAR menghambur ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun hanya satu orang berhasil diselamatkan yakni Guruh (17).

Sementara korban atas nama Catur Prasetya hanyut dan masih dalam pencarian. "Korban atas nama Catur Prasetya hilang dan belum ditemukan," jelas Arief.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X