• Selasa, 27 September 2022

Mensos Risma minta pelaku penyekapan dan perbudakan seks dijerat hukum yang berat

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 19:46 WIB
Menteri Sosial RI, Risma Harini memberikan keterangan perss usai menjenguk korban N. (Foto: Alwi Alaydrus)
Menteri Sosial RI, Risma Harini memberikan keterangan perss usai menjenguk korban N. (Foto: Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Dugaan kasus penyekapan dan perbudakan seks yang menimpa N (14), ternyata menarik perhatian menteri sosial RI, Hj DR (HC) Ir Tri Risma Harini MT.

Mantan walikota Surabaya, periode 2010-2015 dan 2015-2020 tersebut, menjenguk korban N, di RSUD Soewondo Pati, Minggu (7/8/2022).

"Pelakunya bisa dijerat pasal berlapis. Karena tindakan pelaku sangat tidak manusiawi. Sehingga menyebabkan korban mengalami traumatis".

Baca Juga: Heboh, puluhan emak-emak di Pati meriahkan HUT RI dengn ikut lomba mancing ikan lele

Demikian ditegaskan menteri sosial, Risma Harini usai menjenguk korban N di RSUD Soewondo.

Menteri Risma Harini mengatakan, hikmah dibalik kasus membawa korban N, hendaknya para remaja tetap mempercayai orangtua sebagai panutan keluarga.

"Jangan gampang curhat di medsos karena malah bisa menyesatkan" tuturnya.

Mensos RI sebelumnya dijadwalkan datang di Pati, Senin (8/8).

Baca Juga: Dapat Keris Kanjeng Kiai Petruk setelah tirakat di Petilasan Syekh Jumadil Kubro, kisahnya begini

Namun karena kasus yang membawa korban N perlu segera ditangani, maka menteri Risma Harini langsung melakukan perjalanan Surabaya ke Pati pada Minggu sore (7/8).

"Setelah dirawat di RSUD Soewondo selama dua hari, kondisi N sudah membaik. Sekarang N mulai sadar dan mengenali keluarga yang menungguinya" tutur menteri Risma Harini.

Sebagaimana diberitakan, seorang remaja putri asal daerah Tayu yang masih duduk dibangku SMP, yakni N, diduga menjadi korban budak seks selama empat bulan oleh pacarnya.

Akibat kejadian tersebut, menyebabkan korban sampai mengalami kekurangan gizi, dan menderita sakit kelamin.



Hubungan N dengan P (24), berawal dari pertemuan mereka di Juwana, pada April lalu. Keduanya, kemudian hidup serumah di desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti.

Namun sejak tinggal dirumah pacarnya, N seolah korban tidak diperbolehkan P bersosialisasi dengan tetangga.

"Usai kumpul-kumpul dengan tetangga, dipastikan ada suara tangisan N karena habis dihajar pacarnya" kata sejumlah warga.

Setelah kasus tersebut terbongkar, N kemudian dirawat di RSUD Soewondo Pati.

Baca Juga: Wanita Bunuh Diri di Belakang Rumah di Karanganyar, Diduga Depresi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X