Oknum Pelajar SMK di Gunungkidul Terlibat Bisnis Pil Koplo, Paket Hemat Dijual ke Sesama Pelajar

- Kamis, 27 Januari 2022 | 21:25 WIB
Polres Gunungkidul amankan sembilan pengedar pil koplo di wilayah hukum setempat (Foto:  ANTARA/Sutarmi)
Polres Gunungkidul amankan sembilan pengedar pil koplo di wilayah hukum setempat (Foto: ANTARA/Sutarmi)

GUNUNGKIDUL,harianmerapi.com-Aparat Polres Gunungkidul mengungkap bisnis pil koplo di wilayah itu yang melibatkan pelajar. Empat pelaku dibekuk. Mereka mengaku mengedarkan pil koplo di kalangan pelajar dan pemuda.

Kasat Narkoba Polres Gunungkidul AKP Dwi Astuti Handayani dalam jumpa pers Kamis (27/1/2022) mengatakan tiga pelaku yang ditangkap yakni PRN, JNH, dan PTR. Ada satu peelaku berinisial KRN, namun yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan, meski statusnya tersangka.

"Untuk tersangka KRN tidak dilakukan penahanan karena masih berusia 16 tahun dan seorang pelajar. KRN kami kembalikan sepenuhnya kepada orang tua untuk dilakukan pengawasan dan pembinaan," kata Dwi Astuti.

Baca Juga: Bripda Randy Bagus Dipecat Usai Paksa Novia Widyasari Aborsi, Proses Pidana Menanti

Ia mengatakan kronologis penangkapan tiga tersangka tersebut bermula dari laporan warga tentang kegiatan pemuda yang meresahkan yakni bisnis pil koplo. Laporan ini ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya ditemukan sepuluh butir pil berwarna dengan logo Y milik KRN yang berusia 16 tahun.

AKP Dwi Astuti Handayani mengatakan KRN sudah mengakui terlibat dalam penjualan pil sapi. Menurut keterangan KRN, ia baru terlibat beberapa bulan terakhir. Dia mengaku dijual ke teman-teman terdekatnya saja.

Dari pengakuan KRN, penyidik melakukan pengembangan kasus hingga akhirnya menangkap tiga pelaku lainnya. Untuk tersangka PRN diamankan dengan bukti 150 butir, JNH diamankan bersama telepon genggam untuk transaksi, serta dengan PTR warga Prambanan yang memasok barang haram ini ikut ditangkap.

"Saat ini, kami masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lainnya, yang statusnya daftar pencarian orang (DPO) yang menjadi bandar pemasok jaringan ini,” kata Astuti.

Baca Juga: Pancuri Masuk Kos-Kosan Saat Penghuninya Tidur di Kulon Progo, 5 HP Hilang Sekaligus

Astuti mengatakan berdasarkan pengakuan tersangka, satu paket kecil berisi 10 butir pil koplo dijual dengan kisaran harga Rp 40 ribu sampai Rp50 ribu. Sedangkan untuk satu toples berisi 1.000 butir dibeli dengan harga Rp 950 ribu. Oleh tersangka, pil koplo tersebut dijual kembali seharga Rp 1,5 juta.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X