Grebek 2 Gudang di Semarang dan Cilacap, Polisi Bongkar Bisnis BBM Ilegal: Negara Rugi Rp 49 Miliar

- Jumat, 21 Januari 2022 | 21:17 WIB
Brigjen Pol Yasin KosasiH mengamati mobil yang dimodifikasi dan digunakan untuk membeli Solar subsidi di SPBU. (FOTO: CHANDRA AN)
Brigjen Pol Yasin KosasiH mengamati mobil yang dimodifikasi dan digunakan untuk membeli Solar subsidi di SPBU. (FOTO: CHANDRA AN)


SEMARANG,harianmerapi.com- Direktorat Polairud Baharkam Polri berhasil mengungkap penyalahgunaan BBM Subsidi jenis bio solar Pertamina untuk diperjual belikan tidak sesuai ketentuan di wilayah Jawa tengah. Solar subsidi dibeli kemudian ditimbun untuk dijual lagi. Aksi ini membuat kerugian negara mencapai Rp 49 miliar.

Menurut keterangan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat di Pelabuhan Sleko Cilacap, tepatnya Gudang Bongkar Muat BBM di Jalan Larang No 9 Cilacap.

Direktur Polair Korps Polairud Baharkam Polri Brigjen Pol Yasin Kosasih SIK dalam jumpa pers di Kantor Depo Pertamina Pengapon Semarang, Jumat (21/1/2022) mengungkapkan pada Rabu, 12 Januari 2022 sekira pukul 10.44 WIB, pihaknya menerima laporan adanya penyalahgunaan Minyak dan Gas Bumi berupa pembelian BBM bersubsidi jenis bio solar B30 yang tidak sesuai peruntukannya di Pelabuhan Seleko Kabupaten Cilacap.

Baca Juga: Viral Jalan Solo-Jogja Dipakai Balap Liar, Polisi Cari Pelakunya, Kapolres Sleman Minta Anggota Rajin Patroli

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Subditgakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri bersama Tim Kapal Patroli KP Anis Macan 4002 melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya 1 (satu) unit truk tanki biru putih bertuliskan PT Sinar Harapan Mulia kapasitas 8 KL Nopol W 9220 UH dan 16 KL Nopol H 8420 DC di Pelabuhan Sleko Cilacap sedang melakukan pengisian BBM jenis bio solar B30 ke Kapal KM. Maju Abadi 7 GT. 172 dengan harga keekonomian / industri.

Dari hasil pemeriksaan bahwa BBM Jenis Bio Solar B30 tersebut berasal dari gudang yang berada di Jalan Karang No. 9 Cilacap dan gudang di wilayah Bergas Lor, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

BBM jenis Bio solar atau B30 tersebut didapatkan dengan cara membeli dari SPBU dengan harga subsidi. Kemudian sekitar pukul 14.17 Wib Tim Subditgakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri memeriksa gudang bongkar muat BBM jenis Bio Solar B30 yang beralamat di Jalan Karang No 9 Cilacap dan gudang di wilayah Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Semarang, yang dioperasionalkan oleh PT. Sinar Harapan Mulia.

Baca Juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM Berjalan Normal Meski Tangki Kilang Cilacap Terbakar

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi yang berada di gudang bahwa fungsi gudang tersebut sebagai lokasi bongkar muat BBM jenis Bio Solar B30 dengan penanggung jawab HN dan MCF sedangkan penanggungjawab di gudang yang berada di Cilacap A. Masing-masing penanggungjawab gudang bertanggungjawab langsung kepada owner/pemilik PT. Sinar Harapan Mulia yaitu TDW.

Brigjen Pol Yasin mengungkapkan modus TDW mendapatkan BBM jenis Bio Solar B30 dengan cara membekali atau memberikan uang sebesar Rp 30 juta kepada sopir dengan mobil modifikasi untuk membeli Bio Solar B30 ke SPBU (bersubsidi). Sopir membeli Bio Solar B30 dengan memodifikasi kendaraan truk dengan menempatkan tangki di bagian belakangnya yang ditutupi dengan karung–karung serbuk kayu. Selain itu dengan tangki ditutupi kain terpal.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X