• Sabtu, 28 Mei 2022

Klarifikasi Tunggakan Berujung Penganiayaan, Debt Collector Korban Pemukulan Ingin Proses Hukum Dilanjutkan

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:26 WIB
Debt collector korban penganiayan saat melapor ke Polsek Galur. (FOTO: HUMAS POLRES KULON PROGO)
Debt collector korban penganiayan saat melapor ke Polsek Galur. (FOTO: HUMAS POLRES KULON PROGO)

KULON PROGO,harianmerapi.com-Kasus penganiayaan yang menimpa seorang Debt Collector warga Randubelang, Bangunharjo, Sewon Bantul, Lavida Bima Sakti (21) di ruas jalan depan Gereja Santa Theresia, Brosot, Galur, Kulon Progo masih berlanjut. Korban ingin kasus hukum peristiwa ini dilanjutkan, namun pelaku ingin damai.

Rekan korban atau petugas yang diberi kuasa leasing, Harry menyebut saat itu korban tengah melakukan klarifikasi.

"Kami saat itu bermaksud melakukan klarifikasi terkait mobil tersebut kenapa bisa sampai dibawa oleh pembawa unit (pelaku). Padahal dalam akad kredit nasabah adalah seorang perempuan, kenapa dibawa lelaki," ujar Harry, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Rekam Jejak Hadfana Firdaus, Pria Tendang Sesajen Gunung Semeru: Kuliah di UIN Jogja, DO karena Tak Bayar

Dikatakan, awalnya dia dan korban Lavida bermaksud konfirmasi terkait tunggakan angsuran selama 3 bulan. Kejadian itu berujung cekcok. Korban berusaha untuk menjelaskan terkait keterlambatan, tetapi pelaku justru marah-marah.

"Sebelumnya petugas lapangan sudah menjelaskan dan menanyakan terkait mobil tersebut kenapa bisa sampai dibawa oleh pembawa unit, dikarena dalam akad kredit nasabah adalah seorang perempuan," ujar Harry.

Karena tidak terima, pelaku langsung melakukan pemukulan sebanyak tiga kali di bibir, pipi kanan dan pipi kiri. Disebutkan setalah terjadinya pemukulan, pelaku langsung melarikan diri dan mobil ditinggal begitu saja di jalan.

Baca Juga: Imbau Maafkan Aksi Tendang Sesajen Hadfana Firdaus, Rektor UIN Jogja: Banyak Kasus Intoleran Tak Diproses

Korban pemukulan pada saat itu juga melakukan laporan ke polsek. "Pelaku pemukulan mengakui adanya keterlambatan angsuran dan juga melakukan penganiayaan. Pihak korban tetap ingin melakukan proses hukum berlanjut tetapi pihak pemukul menginginkan masalah ini diselesaikan secara damai," jelasnya.

Seperti diketahui, penganiayaan terjadi pada 7 Januari 2022 sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, Lavida bersama dua orang rekannya sesama DC mendapati mobil yang mereka cari yakni Nissan Grand Livina XV 1.5 MT warna hitam dengan nomor polisi AB 17** CV.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X