• Senin, 27 Juni 2022

Delapan Pelajar Terjebak Arus Sungai di Ngarai Sianok, Berhasil Diselamatkan Tim Gabungan Kota Bukittinggi

- Minggu, 9 Januari 2022 | 11:45 WIB
Tim penyelamat mengevakuasi delapan pelajar yang terjebak di sungai di Ngarai Sianok, Sumatera Barat. (ANTARA/HO)
Tim penyelamat mengevakuasi delapan pelajar yang terjebak di sungai di Ngarai Sianok, Sumatera Barat. (ANTARA/HO)

BUKITTINGGI, harianmerapi.com - Drama mencekam terjadi ketika delapan pelajar terjebak arus air yang deras di Sungai Patamuan di Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Namun akhirnya mereka berhasil diselamatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Bukittinggi, pada Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Mereka awalnya pergi mandi-mandi bersama rombongan yang berjumlah 21 orang dan berangkat Sabtu pagi, namun setelah 13 orang kembali pulang, delapan anak ini masih ingin mencari Rafflesia hingga akhirnya terjebak arus sungai," kata Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bukittinggi Reynaldo di Bukittinggi, Minggu (9/1/2022).

Baca Juga: Kisah Cinta Witan Sulaiman dan Rismahani, 3 Tahun Pacaran Jarak Jauh Kini Siap Naik Pelaminan

Ditambahkan, anak-anak muda dari Kelurahan Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, itu sempat menghubungi rekan mereka yang sudah sampai di rumah saat mengalami kesulitan dalam perjalanan pulang.

"Masyarakat sekitar yang mengetahui informasi ini pertama kali segera berupaya menyelamatkan korban tapi karena terkendala cuaca dan jalan terjal kemudian menghubungi tim penyelamat," kata Reynaldo.

Tim penyelamat menemukan para pelajar di Sungai Patamuan Ngarai Sianok Panorama Baru dan mengevakuasi mereka melalui taman wisata Kebun Salak, Ngarai Lumpuah Panorama Baru.

Baca Juga: Cerita Misteri Makhluk Halus Jelmaan Anjing Hitam Melahap Tiga Porsi Bakmi dan Lima Gelas Kopi Panas

"Jalan menuju lokasi mereka terperangkap licin dan terjal, butuh waktu dan peralatan yang cukup untuk sampai ke lokasi dan membawa korban ke lokasi aman," kata Reynaldo.

"Beberapa korban dengan usia di bawah umur harus ditandu oleh tim karena fisiknya mulai lemah dan kedinginan," ia menambahkan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X