• Selasa, 30 November 2021

Pembunuh Berantai Divonis 11 Tahun, Jubir PN Wates Sebut Tak Ditemukan Niat Awal Pelaku Bunuh Korban

- Selasa, 23 November 2021 | 17:27 WIB
Terdakwa Dika saat mmeragakan menghabisi korban Dessy dalma reka ulang beberapa waktu lalu. (FOTO: AMIN KUNTARI)
Terdakwa Dika saat mmeragakan menghabisi korban Dessy dalma reka ulang beberapa waktu lalu. (FOTO: AMIN KUNTARI)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Juru Bicara PN Wates, Happy Tri Sulistyono menanggapi protes keluarga korban pembunuhan berantai usai hakim PN Kulon Progo memvonis Nurma Andika Fauzy alias Dika dengan hukuman 11 tahun.

Happy menyampaikan, sebelumnya Dika didakwa dengan tiga pasal alternatif yaitu 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, 338 KUHP tentang Pembunuhan dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Berdasar fakta di persidangan, majelis hakim sepakat dengan penuntut umum yang menerapkan Pasal 365 KUHP ayat 3 tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia.

Baca Juga: Keluarga Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Protes Dika Divonis 11 Tahun, Kakak Dessy: Konyol Sekali

"Dari penilaian majelis hakim dan penuntut umum, pas kejadian tidak ditemukan niat sebelumnya dari pelaku untuk menghabisi nyawa korban," kata Happy.

Meski demikian, hukuman terhadap Dika masih belum final karena menunggu vonis persidangan perkara kedua dengan korban Takdir Sunaryati. Dimungkinkan hukuman yang dijalani Dika akan bertambah, namun maksimal 20 tahun sesuai sistem di Indonesia.

"Pihak yang tidak puas dengan hakim bisa mengajukan upaya hukum banding, namun terbatas bagi penuntut umum selaku wakil dari keluarga korban, terdakwa dan kuasa hukum terdakwa. Keluarga korban yang tidak terima dengan putusan hakim bisa konsultasi dengan penuntut umum. Masih diberikan waktu selama tujuh hari," kata Happy.

Sejauh ini, Happy belum menerima informasi terkait tindak lanjut dari vonis hukuman yang dijatuhkan majelis hakim kepada Dika. Pihak JPU dikatakannya masih menyatakan pikir-pikir.

Baca Juga: Beberapa Kali Coba Bunuh Diri, Warga di Semarang Akhirnya Tewas Gantung Diri

"Kalau soal keluarga korban tidak mengetahui jadwal persidangan, seharusnya JPU pro aktif memberikan informasi. Pada prinsipnya, sidang digelar terbuka, jadwalnya pun selalu diupdate dan diinformasikan kepada publik melalui sistem," jelas Happy.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X