• Senin, 27 Juni 2022

Tujuh Hari Tak Ditemukan, Tim SAR Ambon Hentikan Pencarian Bocah Terseret Banjir

- Sabtu, 13 November 2021 | 13:31 WIB
Tim SAR Basarnas Ambon tujuh hari melakukan operasi pencarian namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Rivana Seleky, bocah perempuan berusia lima tahun yang dilaporkan terseret banjir dan hilang di laut Kabupaten Buru Selatan. (FOTO ANTARA/daniel)
Tim SAR Basarnas Ambon tujuh hari melakukan operasi pencarian namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Rivana Seleky, bocah perempuan berusia lima tahun yang dilaporkan terseret banjir dan hilang di laut Kabupaten Buru Selatan. (FOTO ANTARA/daniel)

AMBON, harianmerapi.com - Setelah tujuh hari tidak diketemukan, tim SAR akhirnya menghentikan upaya pencarian Rivana Seleky, bocah perempuan lima tahun yang terseret banjir dan hilang di laut Kabupaten Buru Selatan.

"Sudah satu pekan tim SAR dari Pos SAR Namlea didukung Polairud Polda Maluku dan warga mencari korban yang hilang di Desa Waeturen, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan namun tidak membuahkan hasil," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional Ambon, Provinsi Maluku Mustari di Ambon, Sabtu 13 November 2021.

Dalam operasi selama tujuh hari, tim SAR yang menggunakan perahu karet sejak pukul 08:00 WIT melakukan upaya pencarian dengan membagi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan harapan di hari terakhir pencarian korban bisa membuahkan hasil.

Baca Juga: Berperan Sebagai Pembunuh Bayaran di Film 'Senzano Savana, Adipati Dolken Harus Melakukan Riset Dulu

"SRU pertama terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Namlea bergerak menuju koordinat 3°40 ' 49.20" S - 126° 16' 33.08" E, jarak kurang lebih 5 NM, dan Heading 136° arah tenggara dari LKK," katanya.

Sementara SRU dua menggunakan beberapa long boat bergerak menuju koordinat 3°41 ' 33.50 S - 126°19' 5.14" E, jarak kurang 7 NM, dan Heading 249° arah barat daya dari LKK.

Hingga Jumat (12/11) pukul 17:00 WIT, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban sehingga tim memutuskan menyudahi pencarian dan kembali ke Desa Waeturan untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

Baca Juga: Pernikahan yang Tak Direstui 22: Harta yang Didapat Dengan Mudah Hilang pun Dengan Cepat

Hasil dari koordinasi tersebut selama operasi SAR dilaksanakan dari hari pertama hingga hari ketujuh korban belum dapat ditemukan sehingga Ops SAR resmi dihentikan atau ditutup.

"Seluruh Unsur Potensi SAR di kembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih," demikian Mustari. *

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X