• Kamis, 30 Juni 2022

Nani Apriliani Kirim Sate Beracun Sianida karena Emosi Jadi Korban Ghosting Aiptu Tomy Terus-terusan

- Senin, 1 November 2021 | 20:41 WIB
Jaksa menunjukkan notifikasi transaksi pembelian NaCN dari HP Nani di platform jual beli online  (FOTO:YUSRON MUSTAQIM)
Jaksa menunjukkan notifikasi transaksi pembelian NaCN dari HP Nani di platform jual beli online (FOTO:YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL,harianmerapi.com-Sidang lanjutan perkara takjil sate sianida yang menyeret terdakwa, Nani Apriliani Nurjaman (25) warga Majalengka Jawa Barat kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (1/11/2021).

Persidangan dipimpin hakim ketua Aminuddin SH dengan dihadiri jaksa M Ali Fikri Pandela SH dkk dan penasihat hukum R Anwar Ary Widodo SH, Wanda Satria Atmaja SH dan Fajar Mulia SH.

Terdakwa Nani mengaku terpaksa mengirim takjil sate bersianida dengan alasan sakit hati karena selain Tomy tidak pernah jujur juga susah dihubungi aatau bahasa bekennya ghosting.

"Mendengar kabar Tomy menikah bagi saya gak masalah karena kami masih berhubungan. Tetapi kalau memang tidak mau tinggalin saya ya harus jujur," ujar Nani dalam keterangan persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Ahli Menilai Perbuatan Nani Apriliani Tidak Ada Unsur Perencanaan dalam Perkara Sate Sianida

Selain tidak jujur, Nani menganggap Tomy susah dihubungi tanpa alasan jelas. Sehingga dari anjuran Robi, salah satu tamu Nani di salon tempat kerjanya, diarahkan untuk meracuni Tomy mengunakan NaCN.

"Kata Robi NaCN itu tidak menyebabkan meninggal dunia hanya membuat diare dan muntah-muntah. Sehingga saya mengirim sate dicampur dengan NaCN tersebut karena memang Tomy suka sate," imbuhnya.

Setelah membeli racun yang pertama tersebut, Nani tak sempat menggunakan karena Tomy berhasil dihubungi. Namun ketika Tomy kembali susah dihubungi terdakwa pun membeli NaCN untuk memberi pelajaran terhadap Tomy.

Baca Juga: Terungkap, Bumbu Sate Kiriman Nani Apriliani Positif Mengandung Sianida

Untuk itulah setelah membeli NaCN tersebut terdakwa mengaku mencampur bubuk racun tersebut sepucuk sendok bebek kecil ke dalam bumbu sate di salon tempat bekerja. Sementara sisa racun dibuang ke bak sampah.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X