• Selasa, 30 November 2021

Pabrik Sabu-sabu Digrebek, Pelaku Ngaku Belajar Racik Narkoba dari Youtube, Tapi Polisi Tak Percaya

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:55 WIB
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti HS dalam keterangan persnya terkait pengungkapan produsen sabu-sabu di Lumajang, Sabtu (23/10/2021).  (Foto: ANTARA/dokumen Polres Lumajang)
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti HS dalam keterangan persnya terkait pengungkapan produsen sabu-sabu di Lumajang, Sabtu (23/10/2021). (Foto: ANTARA/dokumen Polres Lumajang)

LUMAJANG,harianmerapi.com- Polisi menggrebek beberapa rumah yang digunakan untuk meracik sabu-sabu di wilayah Lumajang. Pelaku yang diamankan mengaku belajar meracik sabu-sabu dari YouTube.

Menurut keteranganh, pelaku yang diamankan adalah GY (47) warga Desa Besuk Kabupaten Lumajang. "Di lokasi itu, petugas berhasil mengamankan berbagai barang bukti yang disinyalir kuat digunakan oleh pelaku untuk memproduksi narkotika jenis sabu-sabu," kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno dalam rilis yang diterima di Lumajang, Sabtu (23/10/2021).

Ia menjelaskan anggotanya telah menemukan empat lokasi yang disinyalir kuat dijadikan tempat memproduksi sabu-sabu oleh pelaku sesuai hasil pengembangan kasus produksi sabu-sabu tersebut.

Empat lokasi tersebut, yakni satu rumah di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, dan tiga rumah di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Baca Juga: Polisi Bongkar Bisnis 81 Kilogram Sabu, Dikendalikan dari Luar Negeri

"Hasil pemeriksaan kami berkembang ke tiga tempat kejadian perkara (TKP) lainnya, selanjutnya dari empat TKP yang kami identifikasi sebagai tempat pembuatan sabu-sabu itu banyak ditemukan bahan dasar untuk membuat narkotika itu," ujarnya pula.

Menurutnya, banyak ditemukan bahan kimia yang diduga kuat sebagai bahan pembuatan sabu-sabu oleh pelaku di lokasi tersebut, dan tidak hanya itu, selama proses penyelidikan berlangsung, pihak Satresnarkoba Polres Lumajang juga berhasil menemukan sabu-sabu cair yang memasuki tahap pengkristalan.

"Sabu-sabu cair itu hanya menunggu proses pengkristalan, kemudian setelah mengkristal akan menjadi sabu-sabu yang siap dijual dan diedarkan," katanya lagi.

Ia mengatakan pelaku tidak mungkin mengandalkan kemampuannya meracik bahan-bahan kimia tersebut secara autodidak mengikuti konten YouTube yang dilihatnya, karena dalam pembuatan sabu-sabu membutuhkan keahlian khusus, sehingga ada orang lain atau bahkan jaringan pelaku yang terlibat.

Baca Juga: 1 Kg Sabu-sabu Disita Polres Karimun, 18 Orang Ditangkap

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X