• Rabu, 1 Desember 2021

Polisi Bongkar Bisnis 81 Kilogram Sabu, Dikendalikan dari Luar Negeri

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:19 WIB
Polda Riau melakukan jumpa pers terkait pengungkapan kasus 81 kilogram sabu dari jaringan internasional asal Malaysia. (Foto: ANTARA/HUMAS POLDA Riau)
Polda Riau melakukan jumpa pers terkait pengungkapan kasus 81 kilogram sabu dari jaringan internasional asal Malaysia. (Foto: ANTARA/HUMAS POLDA Riau)

RIAU,harianmerapi,com- Sebanyak 81 kilogram sabu diamankan Kepolisian Daerah Riau dari tangan AS (52) dan HS (47). Bisnis narkoba ini dikendalikan oleh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia.

"Pelaku awal inisial AS ditangkap di sebuah rumah Jalan Swadaya Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, didampingi Kabid Humas Kombes Sunarto, Direktur Narkoba Kombes Victor Siagian, kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (17/10/2021).

Kapolda menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan oleh Subdit I Direktorat Resnarkoba Polda Riau yang dipimpin AKBP Kompol Hardian Pratama.

Baca Juga: 1 Kg Sabu-sabu Disita Polres Karimun, 18 Orang Ditangkap

"Ini adalah jaringan internasional yang memasukkan barang dari Malaysia, dikendalikan oleh Agam, WNI Aceh yang berada di Malaysia. Jaringan AS, HS dan Agam ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang berada di Lapas Tangkerang, bernama Abu," kata Agung.

Menurut Agung, narkoba ini nantinya akan diedarkan di wilayah Kota Pekanbaru, Jambi, Sumatera Selatan atau Palembang, dan Jakarta.

Sementara itu, Kombes Victor menambahkan, pengungkapan itu berawal dari informasi yang diperoleh Subdit I Ditresnarkoba pada Jumat (1/10/2021) terkait adanya jaringan narkotika internasional.

Baca Juga: Narkoba Gagal Diselundupkan ke Lapas Lewat Speaker Aktif, Pengirim Tak Diketahui

"Jaringan itu masuk dari luar negeri dengan sasaran Aceh-Riau. Namun, narkoba itu terendus sedang berada di Kota Pekanbaru," katanya.

Selanjutnya, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Hardian bersama tim langsung melakukan penyelidikan. Setelah lama mengintai, akhirnya polisi menangkap seorang pria inisial AS yang dicurigai petugas sebagai pelaku peredaran narkotika. Kemudian berkembang ke pelaku lain serta barang bukti di sebuah rumah.
"Para pelaku dijerat pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun," katanya.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X