• Selasa, 25 Januari 2022

Gempa Bali Sebabkan Longsor di Trunyan Bangli yang Menewaskan 2 Orang

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:04 WIB
Tim gabungan mendatangi rumah roboh akibat gempa di Desa Trunyan, Bangli, Bali, Sabtu (16/10/2021).  (Foto: ANTARA/HO-Kodim 1626/Bangli)
Tim gabungan mendatangi rumah roboh akibat gempa di Desa Trunyan, Bangli, Bali, Sabtu (16/10/2021). (Foto: ANTARA/HO-Kodim 1626/Bangli)

BANGLI, harianmerapi.com - Gempa teknonik di Karangasem Bali yang terjadi Sabtu (16/10/2021) dini hari WIta menyebabkan longsor di wilayah Desa Trunyan, Kabupaten Bangli Bali.

Ada delapan titik longsor yang menutupi jalan antara Desa Buahan, menuju Desa Trunyan.

Di titik jalan ke-7 ada empat rumah yang tertimpa longsor. Dari tiga rumah ada empat orang korban, dua di antaranya meninggal, dua lainnya selamat dengan kondisi luka-luka.

Evakuasi warga yang tertimbun longsor dibantu personel TNI dari Kodim 1626/Bangli.

Baca Juga: Gempa di Bali Akibatkan Belasan Warga Karangasem Luka Berat dan Ringan

"Untuk hari ini ada 44 orang personel yang diturunkan untuk evakuasi. Besok akan ada tambahan lagi 20-30 orang dari Yonzipur-18 dan gabungan dari Polri," kata Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana saat dikonfirmasi Antara melalui telepon di Denpasar, Bali, Sabtu (16/10/2021).

"Empat orang korban ini kan dari tiga rumah yang tertimpa dan kebetulan semuanya lari ke dekat danau. Nah batunya yang jatuh segede mobil besar-besar. Memang ternyata tebingnya sering runtuh, terakhir 2019 tapi tidak sehebat saat ini," katanya.

Menurut Dandim Suwardana, tebing longsor itu juga didukung karena tanah kering jadi begitu gempa, longsor semua sampai ke rumah warga ini.

Untuk evakuasi warga, hari ini sudah selesai yang mana lokasi yang tertutup itu ada di Desa Trunyan, Desa Buahan dengan Desa Abang Batudinding.

Baca Juga: Viral Pencuri Infak Masjid Terekam CCTV di Magelang, Netizen: Nopol Terlihat Jelas, Tinggal Ciduk

Sebagian besar warga mengevakuasi diri ke rumah saudara menjauh dari titik tebing tersebut.

"Kami tidak membuat pengungsian, selain tempatnya tidak nyaman bagi mereka juga, jadi diatur demi keselamatan semua warga," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan pers Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Agus Wahyu Raharjo menjelaskan Sabtu (16/10/2021) dinihari WITa telah terjadi gempa tektonik bermagnitudo 4,8.

Episenter terletak pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer barat laut Karangasem, Bali, pada kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga: Giliran Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak Digrebek: Punya 1.600 Nasabah, Omzet Rp 3,5 Miliar

Ia mengatakan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hingga pukul 04.42 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,8 (dirasakan di Karangasem III MMI) dan magnitudo 2,7. *

Halaman:
1
2

Editor: Husein Effendi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X