• Senin, 24 Januari 2022

Viral Video Polisi Berseragam Tampar Wanita di Blora, Ini Kata Polda Jateng

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:03 WIB
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy (Foto: Humas Polda Jateng)
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy (Foto: Humas Polda Jateng)

BLORA,harianmerapi.com- Viral video seorang pria berseragam polisi melakukan kekerasan terhadap seorang wanita di depan umum beredar di Blora. Polda Jateng memastikan video itu sudah lama.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedsos. "Ini beredar video di Blora. Netizen supaya tetap tenang dan tidak membesarkan masalah. Karena video itu kejadian lama," ujarnya, Selasa (12/8/2021).

Video beredar di aplikasi Snack Video yang mengutip dari laman medsos. Video tersebut diketahui tahun 2018, dimana seorang pria berseragam polisi melakukan kekerasan terhadap seorang wanita didepan umum.

Baca Juga: Kapolda Jawa Tengah Pantau Vaksinasi di Klenteng Hok Tik Bio Blora

Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan, pria dalam video tersebut adalah Bripka R yang pada saat itu bertugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bogorejo, Polres Blora. Sedangkan wanita yang ditampar adalah Sulastri, keponakannya, yang diketahui mengidap kelainan jiwa.

"Pada saat bertugas menjaga acara sedekah bumi, Bripka R melihat keponakannya dalam kondisi mabuk, yang diperkirakan sengaja diberi minuman keras oleh orang lain," ungkapnya.

Tiba-tiba, tambah Kabidhumas, Sulastri naik ke panggung dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam dan mengenakan kaos. Bripka R sebagai seorang paman merasa malu melihat tingkah keponakannya itu. Dia meminta beberapa kali agar keponakannya turun dari panggung.

Baca Juga: Aniaya Pedagang Pasar Girian Bitung Sulut, 2 Pemabuk Diringkus

"Tapi keponakannya dalam kondisi mabuk tidak menggubris, dan akhirnya terjadilah insiden penamparan" jelasnya.

Kombes Iqbal mengatakan perkara itu telah diselesaikan di internal keluarga. Namun Bripka R secara kedinasan tetap diproses. Dan diberikan sanksi disiplin, berupa penempatan khusus selama 14 hari, dari 8 Mei sampai dengan 22 Mei 2018.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Suami Bunuh Istri Gara-gara Korban Ingin Menikah Lagi

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:23 WIB
X