• Kamis, 9 Desember 2021

Tim SAR Terus lakukan Pencarian Dua Warga Tenggelam, Dengan Menggunakan Kapal Patroli Milik KPLP Tual

- Minggu, 19 September 2021 | 17:43 WIB
Seorang anggota keluarga dari korban kapal tenggelam menangis dalam pelukan petugas PMI usai menyaksikan jenazah kerabatnya yang berhasil ditemukan SAR, di dermaga Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (15/7/2021). Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 51 awak dari 12 kapal motor ikan dan 2 kapal tunda (tugboat) yang tenggelam di tiga lokasi berbeda yaitu di Perairan Muara Jungkat, Muara Kubu serta Muara Pemangkat akibat cuaca buruk pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu pagi (14/7/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc.  ((ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG))
Seorang anggota keluarga dari korban kapal tenggelam menangis dalam pelukan petugas PMI usai menyaksikan jenazah kerabatnya yang berhasil ditemukan SAR, di dermaga Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (15/7/2021). Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 51 awak dari 12 kapal motor ikan dan 2 kapal tunda (tugboat) yang tenggelam di tiga lokasi berbeda yaitu di Perairan Muara Jungkat, Muara Kubu serta Muara Pemangkat akibat cuaca buruk pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu pagi (14/7/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc. ((ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG))

AMBON, harianmerapi.com - Upaya pencarian tim SAR gabungan di Tual, Maluku terhadap dua warga yang tenggelam dengan speedboat dalam perjalanan menuju Desa Fadol, Kecamatan Kur Selatan sejak Jumat, (17/9), terus dilakukan. Untuk operasional, tim SAR menggunakan kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kota Tual.

"Untuk dua warga yang belum ditemukan saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan, dan kapal Basarnas di Pos SAR Tual lagi mengalami kerusakan pada sistem elektronik kemudi jadi sekarang digunakan kapal milik KPLP," kata Mustari dari Basarnas di Ambon, Minggu (19/9/2021).

Menurut dia, KPLP Kota Tual yang merupakan institusi dibawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.juga memiliki tugas melaksanakan pencarian setiap ada kecelakaan kapal di laut.

Baca Juga: Alhamdulillah. Saat Ini Sudah Tidak Ada Antrean Pasien Covid-19 di IGD Rumah Sakit di Jakarta

Awalnya empat orang warga menggunakan sebuah speedboat berangkat dari belakang pasar Kota Tual pada Jumat, (17/9) pukul 07:00 WIT menuju Fadol, Kecamatan Kur Selatan.

Salah satu keluarga korban bernama Guntur Tetroman mengakui sebelumnya masih ada komunikasi dengan para korban, namun sekitar pukul 13:00 WIT speedboat mereka tenggelam akibat gelombang tinggi.

Mereka diperkirakan mengalami musibah di antara sekitar perairan Pulau Toyando dan Pulau Kur.

Baca Juga: Holding BUMN Pangan Harus Bersifat Terbuka. Peneliti : Pemerintah Harus Berikan Perlakuan Yang Setara

Empat warga tersebut adalah Moksen Tatroman (Kepala Dusun Fadol), Erlan Rettob, Refan Rahantan, serta Hasan Tatroman, dan dua dari empat korban yang berhasil selamat setelah berenang sampai ke daratan adalah Moksen bersama Hasan.

"Kami melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 16:00 WIT ke POS SAR Tual dan Syanbandar setempat, namun kapal patroli milik Syahbandar sudah lama tidak dioperasikan akibat terkendala banah bakar minyak," jelas Guntur.

Baca Juga: Kontingen PON DIY Akan Disambut Masyarakat Yogya di Jayapura

Kapal milik KPLP nomor lambung KN.P 364 yang dinakhodai `Capten Abdul Ajid Tamher hingga kini masih berada di Toyando untuk terus melakaukan pencarian, namun mereka masih terkendala cuaca buruk dan pendeknya jarak pandang di tengah laut.

Tim Rescue Basarnas yang melakukan pencarian terdiri dari personel Polres Tual, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai, anggota Brimob, Lanal Tual, Kodim 1503, Syahbandar juga Badan Sar Nasional di Pos SAR Tual.*

 

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X