• Selasa, 26 Oktober 2021

Satgas Madago Raya Amankan Senjata Laras Panjang M16 Milik Teroris Poso yang Tertembak

- Minggu, 19 September 2021 | 13:38 WIB
Polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso, di Mapolres Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (19/9/2021).  (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso, di Mapolres Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (19/9/2021). (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

PARIGI, harianmerapi.com - Sebanyak 39 barang bukti milik teroris Poso diamankan personel Satuan tugas (Satgas) Madago Raya. Termasuk yang diamankan adalah senjata laras panjang M16 beserta amunisinya.

Barang bukti tersebut ditemukan usai baku tembak yang menewaskan pimpinan teroris Poso Ali Ahmad alias Ali Kalora dan seorang anggotanya Jaka Ramadhan pada Sabtu (18/9/2021) petang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Rudy Sufahriadi saat konferensi pers di Polres Parigi Moutong, Minggu (19/9/2021), memperlihatkan barang bukti milik kedua teroris Poso yang meninggal saat baku tembak dengan satgas di wilayah Desa Astina, Kecamatan Torue.

Baca Juga: Satgas Madago Raya Terus Kejar Sisa DPO Teroris Poso Setelah Berhasil Menewaskan Ali Kalora

Dari puluhan barang bukti, satgas juga menemukan bahan peledak, termasuk senjata api laras panjang jenis M16 lengkap dengan peluru dan perlengkapan pribadi kedua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang beraksi di wilayah pegunungan Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi.

"Semua barang bukti telah kami amankan," kata Rudy.

Sebanyak 39 barang bukti ini terdiri atas senjata api laras panjang jenis M16, kemudian hemolok, ransel, jaket, chestring, selimut, sarung, celana, senter kepala, benang lilit, belanga, dan daging (bekal).

Selain itu, kaus kaki, headset, kepala charger, gunting, baju kaus, sorban sarung, korek api disimpan dalam botol, tali pancing, slink, satu lilit tali jemuran kecil, karet ban, minyak tahan dalam botol, terpal, telepon seluler android, jam tangan milik Ali Kalora, serta bom tarik dan bom bakar.

Baca Juga: Viral Arogansi Oknum PJR Bikin Anggota DPR Geram

"Termasuk di dalamnya logistik berupa beras, garam dan obat-obatan peralatan makan muk air, toples kecil, botol minyak serta alat pertukangan gergaji, dua buah parang, antinyamuk, dan peralatan mandi," kata Rudy.

Hingga kini, TNI/Polri masih memburu empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sisa kelompok teroris Poso yang masih bersembunyi di hutan.

Pada operasi penumpasan kelompok yang mengatasnamakan MIT, sejumlah satuan tergabung dalam Satgas Madago Raya terdiri atas Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Batalyon Infanteri 714/Sintuwu Maroso Kabupaten Poso yang berada di bawah Komando Korem/123 Tadulako, Kodam XIII/Merdeka.

Baca Juga: 'No Time To Die' Jadi Film Terakhir Daniel Craig Sebagai Agen James Bond

Berikutnya, Satuan Korps Brimob dan Detasemen Khusus 88 (Desus 88) Polri serta Batalyon Infanteri Para Raider 502/Ujwala Yudha.

"Apa pun bentuknya dan siapa pun berhasil dalam misi ini, tentunya ini merupakan operasi bersama dan satuan-satuan yang tergabung telah dibagi masing-masing sektor," kata Rudy yang juga selaku penanggung jawab Operasi Madago Raya. *

Editor: Husein Effendi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X