2 Tersangka Penculikan dan Penganiayaan Dibekuk

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas menunjukkan dua tersangka kasus penculikan dan penganiayaan. (Merapi-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Dua pelaku penculikan dan penganiayaan berhasil ditangkap Polres Sukoharjo. Polisi juga masih memburu dua pelaku lainnya yang identitasnya telah diketahui.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Kamis (15/4) mengatakan, dua tersangka kasus penculikan dan penganiayaan berhasil ditangkap masing masing RA (27) warga Jagalan, Jebres, Kota Solo dan DS (24) warga Purwodiningratan, Jebres, Kota Solo. Sedangkan dua tersangka lain yang masih buron yakni, EA (23) warga Purwodiningratan, Jebres, Kota Solo dan A (20) warga Purwodiningratan, Jebres, Kota Solo.

Korban dalam kasus ini yakni Lucas Tandy Budiman (26) warga Desa Blimbing, Kecamatan Gatak. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka setelah diculik dan dianiaya para tersangka.

Kapolres menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada 16 Maret 2021 sekitar pukul 22.00 WIB tersangka RA dan EA mencari keberadaan korban karena menurut keterangan istri tersangka RA bahwa korban telah meludahi istri tersangka RA. Selang kurang lebih satu jam tersangka RA menghubungi tersangka DS bahwa sudah ketemu dengan korban dan meminta tersangka DS untuk menyusul serta mengirim lokasi dimana berada.

Kemudian tersangka DS bersama tersangka A datang ke rumah korban. Sesampainya di rumah korban, tersangka DS langsung masuk ke dalam rumah korban dan mengajak korban secara baik-baik menyelesaikan masalah. Korban tidak mau hingga akhirnya diseret oleh tersangka DS ke luar rumah dibantu oleh tersangka A dan tersangka EA dan tersangka RA mendorong masuk ke dalam mobil. Korban kemudian dibawa ke Makam Purwoloyo Solo. Tangan korban diikat kebelakang dengan menggunakan tali dan dilakban matanya oleh tersangka DS.

Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil kembali dan dibawa ke rumah tersangka DS. Sesampainya di rumah tersangka DS, korban diturunkan dari mobil dan langsung dipukul matanya sebelah kiri oleh tersangka DS. Korban juga disetrum oleh tersangka DS pada bagian badan, kaki kanan, kaki kiri dan tangan kiri menggunakan alat setrum kejut. Usai kejadian tersebut korban kemudian dikembalikan lagi ke rumahnya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka dan melaporkan ke polisi. Mendapat laporan tersebut personil Satreskrim Polres Sukoharjo kemudian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku. Hasilnya mengarah ke tersangka RA. Polisi kemudian menangkap RA dan dalam pemeriksaan RA mengakui perbuatannya. Berbekal keterangan RA, polisi kemudian menangkap tersangka DS. Dua tersangka lainnya, EA dan A masih dalam pengejaran petugas.

“Motif perbuatan tersangka karena tersangka RA tidak terima dengan korban yang menurut keterangan istri tersangka RA bahwa korban meludahi istri tersangka RA,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan juga terungkap dari keterangan istri tersangka RA bahwa korban tidak pernah meludahi istri tersangka RA. Alasan istri tersangka RA melakukan itu karena istri tersangka RA merasa sakit hati kepada korban dan sering diganggu korban.

Atas perbuatanya tersangka dijerat pasal 328 dan pasal 170 dan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Polres Sukoharjo dalam kasus ini mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian yang dipakai tersangka RA, pakaian yang dipakai tersangka DS, pakaian yang dipakai korban, satu unit alat setrum portabel, satu buah pisau, satu buah tali rafia, satu buah lakban, satu unit mobil dan dua unit handphone.(Mam)

Read previous post:
Laporan Dugaan Korupsi, Bupati Minta DPPKBPMD Kooperatif

BANTUL (MERAPI) - Terkait adanya laporan dugaan korupsi di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Bantul,

Close