Sadis! Mayat Pacar Disembunyikan di Lemari Kamar Hotel

SEMARANG (HARIAN MERAPI) – Polrestabes Semarang meringkus pelaku pembunuhan seorang wanita yang jasadnya ditemukan di dalam lemari salah satu kamar di Hotel Royal Phoenix yang berlokasi di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Pelaku ternyata adalah pacar korban. Motifnya, pelaku jengkel sering diejek korban karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi pada gelar kasus di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/2), mengatakan tersangka Okta Apriyanto (30) ditangkap hanya berselang enam jam setelah kabur dari lokasi kejadian. Tersangka ditangkap saat kabur ke Wonosobo. “Saya berterima kasih kepada Kapolrestabes Semarang dalam waktu singkat sekitar enam jam berhasil mengungkap kasus mayat wanita di almari,” ujarnya yang didampingi Kapoltestabes Kombes Pol Irwan Anwar.

Warga Jaraksari, Kabupaten Wonosobo adalah teman dekat korban Meliyanti (24) itu, nekat melakukan aksinya itu karena emosi terhadap sikap korban yang pencemburu.

Menurutnya, terungkapnya kasus mayat di almari diketahui pada Kamis (11/2) siang sekitar pukul 11.00 bermula dari laporan pihak hotel. Dari laporan itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana segera mengusut. Dari keterangan beberapa orang saksi, tim Resmob dipimpin Iptu Reza Arif Hadafi meyakini pelaku pembunuhan sadis itu melibatkan orang dekat yang selama sepekan menginap bersama korban di kamar 102 Hotel Royal Phoenix.

Dan, kebetulan saat itu seorang lelaki bersangkutan bernama Okta (27) tidak ada di tempat. Pihak hotel menyebutkan Okta pergi pada pagi sebelumnya, yakni Rabu (10/2). Okta sempat memberitahu pihak hotel pulang ke daerah asal Wonosobo karena ada keluarga yang sakit.

Tim Resmob langsung memburu lelaki yang dicurigai hingga kurang enam jam sejak mayat korban ditemukan di lemari dalam posisi ditekuk membentuk huruf V berhasil membekuknya. Okta yang akhirnya mengakui perbuatanya terus digelandang ke Mapolrestabes Semarang.

Menurut Kapolda sesuai keterangan tersangka latar belakang pembunuhan karena tersangka jengkel sering diumpat oleh korban. Korban jengkel selain karena tersangka tidak mempunyai pekerjaan tetap, juga dianggap serong dengan wanita lain.

“Tersangka kenal Meliyanti semasa korban menjadi pemandu karaoke di Cilacap dan selanjutnya, mereka dikabarkan kawin siri. Mereka menginap hotel di Semarang terlibat cekcok karena soal cemburu dan materi hingga tersangka yang emosi mencekik dan membenturkan bagian kepala korban hingga tewas,” jelas Kapolda.

Tersangka Okta mengakui terus terang perbuatannya. Ia menjelaskan selama hidup bersama Meliyanti, seperti suami istri. Katanya, ia telah nikah siri. Walau, hidup bagai suami istri, namun korban mencari uang dengan cara menjual diri. Dan, Okta lewat medsos yang mencari mangsa lelaki hidung belang. Jasa pelayanan Rp 350-Rp 400 ribu sekali kencan. Dan, pembagian dari uang sejumlah itu tersangka Rp 100 ribu, korban Rp 150 ribu dan bayar penginapan Rp 150 ribu/hari.

“Setiap ada tamu, saya biasa mendapat pembagian Rp 150 ribu,” aku Okta.

Tersangka Okta bersama kekasihnya itu masuk ke hotel dan menginap sejak, Selasa (2/2) dan seharusnya sesuai boking meninggalkan hotel Rabu (10/2). Perbuatan pelaku terungkap setelah petugas hotel membersihkan kamar tempat keduanya menginap pada Kamis (10/2). Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian. (Sky)

Read previous post:
Pusat Tunda Pelantikan, Pemkab Sukoharjo Tunggu Plh Bupati

SUKOHARJO (MERAPI) - Posisi jabatan bupati dan wakil bupati sekarang akan berakhir pada 17 Februari nanti. Setelah habis posisinya akan

Close