Mertua Jadi Bahan Guyonan, Menantu Bawa Sangkur Labrak Penghuni Kos

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Sakit hati lantaran ayah mertuanya dijadikan bahan lucu-lucuan, IR (40) warga Maguwoharjo Depok, nekat menganiaya penghuni kos yang tinggal di kontarakan mertuanya di Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Hari Tulasmi SH MM didampingi Kanit Reskrim Iptu Sutriyono SH dan Panit 1 Ipda Sagimen mengatakan, peristiwa itu terjadi Senin (4/1) sekitar pukul 14.00 WIB, di rumah kontarakan mertuanya.

“Saat ini pelaku sudah resmi dilakukan penahanan. Kita juga amankan barang bukti satu bilah sangkur dengan panjang 30 centimeter,” beber Kompol Wiwik, Selasa (12/1).

Peristiwa itu bermula saat pelaku datang ke lokasi sambil berterik-teriak memanggil Nike (teman korban). Tidak hanya itu, pelaku juga menggedor-gedor pintu kamar korban, Tara Jasmine (28) warga Karanganyar Jawa Tengah.

Korban yang saat itu berada di kamar kos, lantas keluar dan bertanya ke pelaku. Tanpa banyak berkata-kata, pelaku kemudian mencekik leher korban hingga beberapa saat, setelah dilepas keduanya adu mulut di parkiran.

Setelah selesai adu mulut, pelaku selanjutnya meninggalkan lokasi kejadian. Tidak terima dengan hal tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialami ke Polsek Ngamplak Sleman.

Mendapat laporan tersebut, dipimpin Iptu Sutriyono SH dan Ipda Sagimen, lantas menindak lanjuti dengan meminta keterangan saksi dan korban. Dari hasil pemeriksaan, diperoleh identitas pelaku penganiayaan.

“Pelaku penganiayaan, tidak lain adalah anak menantu pemilik kos tempat tinggal korban. Selanjutnya kita amankan di wilayah Ngemplak,” kata Iptu Sutriyono.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan penganiayaan karena tersinggung grup WhatsApp anak kos. Di mana mereka, saling kirim stiker candaan, dan pelaku mengira kalau stiker itu ditujukan ke mertuanya.

“Stiker itu hanya lucu-lucuan, tapi dikira pelaku ditujukan ke mertuanya,” katanya.

Sejak awal kos memang untuk kos laki-laki dan perempuan dan kebijakan pemilik kos tamu tidak boleh lewat pukul 23.00 WIB. Kendati demikian, masih ada pengunjung kos yang melebihi, sehingga pelaku marah dan mendatangi korban. “Sangkur itu ditemukan dari pinggang pelaku. Atas ulahnya itu, kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Saat ini IR harus mendekam di sel tahanan Polsek Ngemplak. Pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan Jo pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara. (Shn)

Read previous post:
Bulan Dana PMI di Masa Pandemi Kumpulkan Rp 500,56 Juta

Close