Gara-gara Tak Dibelikan Motor, Pelajar Nekat Bakar Rumah

WATES (HARIAN MERAPI) – Gara-gara permintaannya untuk dibelikan motor tidak dipenuhi, seorang pelajar warga Padukuhan Gendu, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, AR (17) nekat membakar rumahnya sendiri. Beruntung, kobaran api tak sampai membakar habis rumahnya, tapi hanya menghanguskan pintu depan.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefrry menyampaikan, aksi nekat itu dilakukan AR pada Minggu (10/1) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, ayah kandung pelaku, Tukijo (45) sedang pulang dari kerja bakti bersama istrinya, Suwarti (48). Betapa terkejutnya Tukijo karena mendapati pintu depan rumahnya sudah terbakar.

“Tukijo meyakini bahwa pelaku pembakaran tersebut adalah anaknya sendiri, AR. Sebab sejak malam sebelumnya, AR marah-marah minta dibelikan motor, namun tidak dipenuhi karena kondisi ekonomi,” kata Jeffry, Selasa (12/1).

Akibat kejadian itu, pintu rumah Tukijo yang terbuat dari kayu hangus terbakar dengan kerugian sekitar Rp 500.000. Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas kepolisian terungkap bahwa AR memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong karena kedua orangtuanya pergi kerja bakti. Ia mengambil daun kelapa kering yang ada di dapur, kemudian disulutkan ke kompor hingga menyala api. Setelahnya, kobaran api tersebut digunakan untuk membakar pintu depan yang terbuat dari kayu.

“Setelah pintu terbakar, pelaku pergi meninggalkan rumah dengan maksud agar rumahnya terbakar,” kata Jeffry.

Aksi nekat AR kemudian dilaporkan ke polisi. Selain melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mengamankan pelaku. Kepadanya, dilakukan pemeriksaan urine untuk mengetahui adanya pengaruh obat-obatan terlarang.

Kanit Reskrim Polsek Girimulyo, Ipda Aris Susanto mengatakan, pemeriksaan urine yang dilakukan terhadap AR menunjukkan hasil negatif. Ia tidak terbukti menggunakan narkoba dan obat-obat lain sejenisnya.

“Kami kemudian melakukan penggeledahan dan meminta keterangan dari pelaku. Hasilnya terbukti bahwa AR menyimpan tiga butir pil jenis HTC-25 warna putih di dalam kamarnya. Obat terlarang itu diletakkan di bawah kasur dengan dibungkus plastik,” jelasnya.

Polisi kemudian melaksanakan gelar perkara kasus pembakaran yang dilakukan AR. Sementara terkait kepemilikan obat terlarang, dilimpahkan ke Sat Res Narkoba Polres Kulonprogo. (Unt)

 

Read previous post:
Selama PTKM, Angkringan Boleh Buka dengan Catatan

Close