Adik Ipar Dicabuli Sejak Usia 14 Tahun

Dir dimintai keterangan penyidik unit PPA Satreskrim Polres Karanganyar. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Rus alias Dir (32) warga Delingan Karanganyar Kota terancam dipenjara selama 15 tahun akibat mencabuli adik iparnya, M (16). Ia melakukan perbuatan tak senonoh itu sejak korban duduk di kelas VIII.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan Dir dilaporkan ke kantor polisi oleh orangtua M. Menurut pengakuan Dir, ia memacari adik iparnya secara sembunyi-sembunyi sejak M berusia 14 tahun. Gadis itu bahkan dibujuk rayu sampai meninggalkan jam sekolah demi menuruti nafsu bejat Dir. Pria satu orang anak ini mencabuli M sejak 2018 sampai pertengahan 2020.

“Pelaku membujuk rayu korban. Dalam penangkapannya, tidak memberikan perlawanan. Ia mengakui perbuatannya,” kata Kasatreskrim kepada wartawan di kantornya, Senin (2/11).

Dir sampai lupa sudah berapa kali hubungan layaknya suami istri dilakukannya dengan M. Seringnya, ia menyewa kamar di sebuah vila di Tawangmangu.

Hal itu diakui Dir saat ditanya penyidik PPA Satreskrim. Dir bahkan mengaku hubungan terlarang itu dilatarbelakangi rasa suka sama suka. Perasaan itu mulai timbul saat ia membuka ponsel istrinya yang dipinjam M. Di dalamnya tersimpan foto mesra M dengan pacarnya.

“Tiba-tiba ada perasaan cemburu. Dari situ saya menyadari adanya perasaan suka sama M,” katanya.

Pria yang kesehariannya sebagai karyawan tempat cuci mobil ini mengakui sering memberi uang dan pakaian baru ke M.

Selain kasus ini, Unit PPA Satreskrim juga membongkar tiga kasus persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur pada Oktober 2020. Dua pelaku di kasus lainnya mengancam korban agar mau diajak berhubungan intim. Pelaku memiliki rekaman tubuh bugil korban yang siap disebarluaskan. Dua korban berusia 16 tahun, yakni L dan N. Sedangkan pelaku R (21) dan E (19).

Sedangkan satu kasus lagi menggunakan modus bujuk rayu agar korban mau disetubuhi saat sendirian di rumah pelaku. Adapun identitas pelaku S (20) dan korban B (15).

Lebih lanjut Kasatreskrim meminta para orangtua mengawasi lebih ketat buah hatinya yang menginjak remaja. Situasi pandemi Covid-19 memaksa para pelajar jauh dari pengawasan sekolah. Sehingga sebagian terjerumus ke perbuatan terlarang dan kenakalan remaja. (Lim)

Read previous post:
PROTES UJICOBA MALIOBORO BEBAS KENDARAAN-Pengemudi Bentor: Saya Takut Teman Kelaparan

Close