Bisnis Miras Oplosan dan Pemalsu Cukai Dibongkar

Gelar barang bukti kasus miras oplosan (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI)-Bisnis terlarang penjualan minuman keras (miras) oplosan dan bercukai palsu dibongkar aparat Satreskrim Karanganyar. Berbagai ramuan berbahaya dan sarana pengoplos disita dari tersangka berinisial SY (43) asal Desa Kaling, Tasikmadu.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mengatakan aksi pelaku berlangsung delapan bulan terakhir. Tiap bulan mampu memproduksi 200 botol. Ia mengirimnya ke pemesan di Batang dan Madiun. Botol-botol itu ditata per karton isi 24 botol. Lebih lanjut dikatakan, polisi menelusuri praktik ilegal penjualan miras itu dari kasus-kasus penyakit masyarakat yang diungkap.

“Ini hasil kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Kami sudah melakukan penyelidikan ke pengepul barang hasil produksi dari Tasikmadu itu. Lalu mengarah ke tersangka. Dia membuat miras seolah-olah dari merek-merek terkenal. Kelengkapannya label dan cukai palsu yang dicetak mandiri,” kata Kapolres, Rabu (24/6).

Di rumah kontrakannya, pengoplosan berlangsung secara sembunyi-sembunyi. Tanpa bekal takaran baku, ia sembarangan mencampur alkohol biang dengan air mineral dan perasa.

Sementara itu, pelaku menjelaskan memperoleh keuntungan dari berjualan miras oplosan berkedok merek terkenal.

“Saya belajar dari orang-orang. Saya beli label dari orang. Percetakan. Saya hanya menjual berdasarkan pemesanan. Keuntungan per botol Rp 30.000-Rp 60 ribu per botol. Saya juga merasakan racikan saya sebelum dipasarkan,” ujar pelaku.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari rumah kontrakan pelaku. Beberapa di antara 125 botol miras berbagai merek dan ukuran yang sudah siap jual, 20 lembar label miras berbagai merek, tiga bendel segel plastik warna biru dan merah, tiga rol segel plastik bening, 15 lembar cukai Rp 139.000 per liter botol 700 mililiter dan 20 potong cukai Rp 50.000 per liter botol 350 mililiter, 1.000 botol kosong berbagai merek dan ukuran, 100 tutup botol vodka, nota penjualan, dan uang Rp 2,5 juta.

Polisi juga menyita bahan untuk membuat miras oplosan, seperti satu galon berisi air mineral, dua galon berisi alkohol murni, dua jeriken berisi ciu, perasa makanan jeruk, leci, anggur, rum jamaika, rum vodka, dan gula cair.

“Maka kami kenakan Pasal 142 juncto Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang No.18/2012 tentang Pangan. Kami kembangkan ke pemalsuan merek,” tutur Kapolres. (Lim)

Read previous post:
DI PASAR HEWAN GAMPING: DPPP Sleman Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

GAMPING (MERAPI) - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Pasar Hewan Gamping

Close